Pengobatan di Psikiatri


ü  Pengobatan Dalam psikiatrik terdiri dari  :

  1. Pengobatan fisik
  2. Pengobatan Mental ( Psikotherapi )

 

ü  Pengobatan Fisik  :

  1. Obat – obat ( Psikotroppik )
  2. ECT ( Electro Convulsion therapi )

ü  Psikotropika  :

Adalah obat yang bekerja secara selektif pada SSP dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental & prilaku, digunakan untuk therapi gangguan psikiatrik yang berpengaruh terhadap taraf  kualitas terhadap pasien

 

ü  Narkotika  :

Adalah obat yang bekerja secera selektif pada SSP dan mempunyai efek utama terhadap penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa dan mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, digunakan untuk analgesik, epitutis, anti spasmodik dan premedikasi anestesi dalam praktek kedokteran

 

ü  Zat Psikoaktif

Zat yang menimbulkan sindrom ketergantungan

 

ü  Jenis Obat                                     Gejala sasaran

-    Anti Psikosis                           –   Psikosis

-    Anti depresi                            –   Depresi

-    Anti  Mania                             –   Mania

-    Anti Insomnia                         –   Insomnia panik

-    Anti Obsesif Kompulsif        –   Obsesif Kompulsif

 

ü  Efek  Primer à Efek pada gejala sasaran

Efek sekunder  à  Efek samping

Kedua-duanya  à  Bersama-sama digunakan untuk tujuan

therapi

Efek idiosinkerasi  à  Hipersensitivitas (Fungsi Individual)

Efek Fotik  à  Disebabkan Over dosis

 

Anti Psikotik

  1. 1. Chlopromazine ( Largotil, Progmotil )

-    Bentuk  :   –   Tablet   : 25 mg, 100 mg

-    Suntikan  :  25 mg/cc

-    Indikasi  :

-    Anti psikosis

-    Premedikasi dalam anesstesi

-    Mengurangi gejala emesis

-    Kontra iindikasi   :

-    Tidak boleh diberikan pad pasien

-    Koma

-    Efek samping  :

  1. Kardiovaskuler

Hipotensi ortostatik, aritmia kordis, takikardi

  1. Hematologi

Agranulositosis, Thrombositopenia

  1. Extra pyramidal  :

-    Parkinsonisme

Jalan tidak stabil, tangan gemetar, otot-otot ksku, hipersalivasi

-    Diskinesia

Gerakan sterotipi yang berirama pada lidah dan mulut

-    Distonia

Kesulitan untuk membuka mulut & menelan

-    ( Diskenia Tandiv ) – Irreversibel – Gerakan berulang invollunter pada lidah, wajah, mulut, rahang, dan anggota gerak menghilang pada waktu tidur

 

  1. Mata & Kulit

-    Penglihatan berkabut, bola mata terbalik ke atas

-    Reaksi kulit alergi, ikterik

-    Gangguan otonomik ( Lainnya )  :  Mulut kering, kesulitan miksi & defekasi, hidung tersumbat, sakit kepala

 

  1. 2. Trufloferatine

-    Bentuk  :  Tablet 1 mg – 5 mg

-    Indikasi  :  Bisa diberikan pada pasien dengan gangguan organik & gejala psikotik menarik diri

-    Kontra indikasi  :  Pasien koma, kelainan darah, kelainan fungsi sumsum tulang, gangguan hepar

-    Efek samping  :  Gejala extra pyramidal

 

  1. 3. Thioridazine

-    Bentuk  :  Tablet 10 mg, 24 mg, 50 mg, 100 mg

-    Indikasi  :  Psikosis, Amnesis

-    Konta iindikasi  :  Koma, kelainan darah, terhadap plenofzine

-    Efek Samping  :  Calopomazine

 

  1. 4. Flupemazine

-    Bentuk  :  tablet 1 mg, 2,5 mg, 5 mg. Sediaan 25 mg/clorozine, alogemazine, delanout

-    Indikasi  : Psikosis

-    Konta Indikasi  :  Lihat Klorpomazine

-    Efek samping  :  Ekstrapyramidal lebih cepat timbul

-    Suntikan  : 5 mg/cc

 

  1. 5. Haloperidol ( Serenace, Haldol, Govosil )

-    Bentuk   :    Tablet 0,5 mg, 1,5 mg, 5 mg

Suntikan 5 mg/cc

Cairan 2 mg/cc/20 tetes

-    Indikasi  :  Anxietas, Psikosomatis, psikosis mania

-    Kontaindikasi  :   Lihat Chlorpomazine

-    Efek Samping  :   Ekstrapyramidal

 

Anti Depresi

 

Jenis Anti Depressan  :

  1. 1. Golongan TRISIKLIK

-    Anti triptilline ( Amytriptilline )  :  25 mg tablet

-    Imipramine ( Tofranil )              :  25 mg tab

-    Amineptir ( Survector )              :  100 mg tab

 

  1. 2. Golongan TETRASIKLIK

-    Maprotiline ( Ludiomil )      :   10, 25, 50, 75 mg tab

-    Mianserine ( Tolvon )            :   10, 30 mg tab

-    Amoxapine ( Asendine )       :   100 mg tab

 

  1. 3. Golongan MAO REVERSIBEL ( Mono Amino Oxidase )

-    Moclobemide

 

  1. 4. Golongan ATYPICAL

-    Trazodone

 

  1. 5. Golongan SSRI ( Selective Serotonin Reuptake Inhibitor )

-    Sertraline ( Zolopt )                               :   50 mg

-    Fluoxetine ( Prozoc )             :   20 mg

-    Fluvoxamine ( Luvox )          :   50 mg

 

Mekanisme kerja  :

-       Menghambat reuptake aminergik neurotransmitter

-       Menghambat penghancuran oleh enzim mono aminae oxidase terjadi peningkatan jumlah cairan aminergic neurotransmitter pada sinaps neuron SSP

 

Hipotesa :

Depresi disebabkan oleh defisiensi realtif salah satu dari beberapa aminergic neurotransmitter ( Non adrenaline, dopamin, serotonin ) pada sinaps neouron

 

Efek Samping  :

  1. Sedasi / rasa kantuk
  2. Anti kolinergik, mulut kering, retensi urin, msts ksbur, takikardi
  3. Anti adrenergik alpha  :  Perubahan EKG, hipotensi
  4. Neurotoksis  :  Tremor, gelisah, agitasi

 

Kontra Indikasi  :

  1. Penyakit jantung koroner
  2. Galukoma, retensi urine, hypertrofi prostat, epilepsi
  3. Ibu hamil / menyusui

 

Anti Mania

 

-    Lithium carbonale ( 250 – 500 mg tab )

-    Carbamazine / legretol ( 200 mg tab )

Menaikkan maskorinik activity, menghambat cyclic AMP & phosphornosisid

 

Efek Samping  :

-       Mulut kering / haus

-       Gangguan gastro intestinal

-       Kelemahan otot

-       Tremor

 

Kontra Indikasi  :

Ibu hamil

 

Anti Anxietas

 

Jenis  :

-    Diazepam ( Valium )                  :   2 mg/tab.

5 mg/injeksi

-    Chlordiazepoxide ( Etabrium ) :   5,10 mg / tab

-    Frisium ( Clubazam )                 :   10 mg

-    Xanac ( AlphaZolam )                 :   0,25mg & 0,5 mg/tab

-    Sulfiride ( Dogmasil )                 :   50 mg/tab

-    Buspiron ( Buspar )                      :   10 mg/tab

 

Hypotesa  :

Anxietas disebabkan hiperaktivitas noerutransmitter pada sistem llimbik di otak

 

Neurotransmitter  :

Dopamin, serotonin, Non adrenaline

 

Kerja  :

Obat tersebut menekan kerja atau hiperaktivitas neurotransmitter ini

 

Efek Samping  :

-    Sedasi ( Kantuk )

-    Glaukoma

-    Myastenia gravis

-    Chronic Pulmonary Insufisiensi

-    Chronic renal

-    Hepatic Disease

-    Kehamilan

 

 

Anti Insomnia

 

Jenis  :

-    Nitrazepam ( Magadon )         :   5 mg/tab

-    Estazolam ( Esilgan )                                :   1,2 mg / tab

 

Efek Samping :

Supresi SSP pada saat tidur

 

Kontra indikasi  :

-    Kronik Respiratory Disease

-    Congestive Heart Failure

-    Sleep Apneu Syndrom

-    Kehamilan ( Teratogenik )

 

Lama pemberian  :

1 – 2 minggu  untuk pencegahan pemakaian obat lama  :  Dapat menimbulkan sleep EEG yang menetap selama 6 bulan

 

 

 

 

Anti Obsesif Kompulsif

 

Jenis  :

-       Flomoxamine ( Luvox )  :  50 mg/tab

-       Clemipramine ( Ampranil )  : 25 mg/tab

-       Setraline ( Zoloft )  :  20 mg/tab

 

Hypotesa  :

Berkaitan dengan hipersensitivitas di serotoninergik reseptor di SSP

 

Mekanisme kerja  :

Menghindari reuptake serotonin, sehingga hipersensitivitas berurang

 

Efek Samping  :

-       Sedasi

-       Ancholinergik

-       Neurotoxic

-       Hypertensi ( Anti adrenergik alfha )

 

Kontra Indikasi  :

Idem dengan anti depresan

 

 

Anti Panik

 

Jenis  :

Idem dengan anti cemas / anxietas & depresi

 

Lama Pemberian  :  6 – 12 bln

Kekambuhan timbul biasanya setelah 3 bulan obat diberikan

 

Efek Samping  :

-       Sedasi

-       Anti Cholinergik

-       Anti adrenergik

-       Neurotoksik

 

Kontra Indikasi  :

-       Kehamilan

-       Menyusui

-       Usia lanjut

-       Penyakit organik

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s