KORELASI PENYAKIT PERIODONTAL MATERNAL DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH PREMATUR


PENDAHULUAN
Penyakit periodontal merupakan salah satu dari semua kondisi patologi pada peridonsium.
Dimana periodonsium mempunyai komponen yaitu ginggiva, tulang alveolar, ligamentum periodontal dan sementum. Pengetahuan tentang jaringan periodontal dalam keadaan sehat penting untuk mengenal perjalanan penyakit ini. (1)
Ronnga mulut merupakan tempat yang baik untuk perkembangan bakteri, bakteri berada di rongga mulut dalam keadaan normal, tetapi jika suatu ketika kondisi dalam rongga mulut cukup kondusif, aktivitasnya dapat menimbulkan gangguan pada rongga mulut.bakteri dapat menyebar melalui peredaran darah sebagai akibat dari perlukaan pada gingiva periodontitis merupakan hasil dari perluasan peradangan pada gingiva ke jaringan periodontal yang lebih dalam, yang disebabkan oleh plak gigi. Penumpukan plak gigi dapat dimungkinkan dengan adanya karang gigi, restorasi yang kurang tepat, sisa makanan dan bernafas melalui mulut.
Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa terdapat 4 mikroorganisme yang berhubungan dengan pematangan plak dan periodontitis progresif yaitu Bacteroides forsythus, Porphyromonas gingivalis, Actinobacillus actinomicetemcomitans, dan Treponema denticola yang ditemukan lebih besar jumlahnya pada wanita yang melahirkan bayi prematur dengan wanita yang melahirkan normal.
Kelahiran bayi dengan berat lahir rendah dan lahir sebelum waktunya merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di masyarakat karena dapat mengakibatkan kematian bayi serta hambatan perkembangan anak. Mengapa wanita melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah pada sebagian besar kasus masih merupakan rahasia yang belum terpecahkan.(2)
TINJAUAN PUSTAKA
Etiologi
Bayi prematur dengan bayi berat lahir rendah menurut WHO, hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bayi prematur.
Keadaan ini dapat disebabkan oleh : 1. Masa kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat badan yang sesuai (masa kehamilan dihitung mulai dari pertama haid terakhir dari haid yang teratur). 2. Bayi Small for Gestational Age (SGA) bayi yang beratnya kurang dari berat semestinya menurut masa kehamilannya. 3. Kedua-duanya (1 + 2).
Faktor yang merupakan predisposisi terjadinya kelahiran prematur yaitu : 1. Faktor ibu : riwayat kelahiran prematur sebelumnya, perdarahan antepartum, malnutrisi, kelainan uterus, hidramnion, penyakit jantung/ penyakit kronik lainnya, hipertensi, umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. Jarak dua kehamilan yang terlalu dekat, infeksi, trauma. 2. Faktor janin : cacat bawaan, kehamilan ganda, ketuban pecah dini. 3. Keadaan sosial ekonomi yang rendah. 4. Kebiasaan : pekerjaan yang melelahkan, merokok. 5. Tidak diketahui.(3)

Patogenesis
Selama masa kehamilan, keadaan ini dapat menimbulkan perubahan jaringan gingiva yang merubah respon terhadap produk-produk plak, terdapat perubahan terhadap prosentase yang lebih besar dari bakteri anaerob. Mikroorganisme yang banyak dijumpai adalah “P. Intermedia”. Yang akan meningkat pada trimester kedua dan menurun pada trimester ketiga.
Selama kehamilan ini terdapat peningkatan jumlah progesteron yang menyebabkan peningkatan vaskularisasi dan perubahan dinding pembuluh darah sehingga menjadi lebih permeabel.
Mikroorganisme tersebut mampu mengintrodusir lipopolisakarida, head-shock protein dan sitokinin proinflamatori ke dalam aliran darah.
Kronik patogen periodontal menghasilkan rangsangan yang berkelanjutan dari respon immun dan nonimmun inang, sitokin dan mediator inflamatori lainnya yang diproduksi saat gingivitis atau periodontitis menghasilkan kerusakan jaringan lokal dan secara signifikan mencapai level yang mempengaruhi sistim kardiovaskuler dan jaringan plasenta, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan janin.
Adanya infeksi ibu selama kehamilan dapat menganggu kerja sitokin normal dan hormon yang meregulasi kehamilan, sehingga dapat menyebabkan kelahiran prematur dengan berat lahir rendah.(2)
Periodontitis membantu sebagai penggerak infeksi dengan bibit bakteri dan mediator ke dalam sirkulasi sitemik, pada unit feto plasenta, stimulus trigger kimia ini melapaskan mediator inflamasi lokal seperti PGE2, IL – 1b dan matrix metalloproteinase(MMPs) yang menyebabkan kontraksi uterus, dilatasi cervik, dan kelahiran prematur.(4)

Gejala Klinis
Manifestasi dari inflamasi gingiva bervariasi antara berbagai individu dari satu bagian mulut ke bagian mulut yang lainnya.
Tindakan klinisnya yaitu : 1. Perubahan bentuk gingiva : inflamasi gingiva biasanya dimulai pada papila interdental dan menyebar ke daerah tepi, karena pembuluh darah terdilatasi jaringan menjadi merah, bengkan dengan eksudat inflamasi. Tepi jaringan seperti pisau menjadi bulat, sluiceway interdental hilang dan permukaan gingiva menjadi halus dan mengkilat. Karena bundel serabut gingiva rusak akibat proses inflamasi, cuff gingiva akan kehilangan tonus dan terlepas dari permukaan gigi sehingga akan terbentuk pocket yang dalam. 2. Perdarahan gingiva : perdarahan terjadi paling sering waktu menyikat gigi, bila gingiva sangat lunak dan spongi, perdarahan dapat timbul secara spontan. 3. Nyeri dan Sakit : gingiva terasa nyeri pada saat menyikat gigi, karena itu penderita cenderung menyikat lebih lembut dan lebih jarang sehingga plak akan makin terakumulasi dan kondisi ini menjadi makin parah. 4. Halitosis : “bau mulut” sering menyertai penyakit gingiva dan merupakan penyebab umum dari penderita, bau berasal dari darah dan kebersihan mulut yang buruk. Halitosis mempunyai berbagai penyebab baik intra oral maupun ekstra oral. Penyakit mulut dan deposit sisa makanan seperti bawang, kari, merupakan penyebab umum dari halitosis.
Patologi saluran napas, hidung, sinus, tonsil dan paru-paru dapat menyebabkan timbulnya bau.(5)

Pencegahan
Dengan cara memelihara kesehatan gigi, dan juga mengontrol deposit plak. Adapun teknik penyikatan gigi yaitu : 1. Membersihkan semua permukaan gigi, khususnya daerah leher gingiva dan regio interdental. 2. Gerakan sikat gigi tidak boleh melukai jaringan lunak maupun jaringan keras.
Pembersihan intradental
Daerah intradental adalah daerah retensi plak yang paling sering ditemukan dan paling sulit dijangkau oleh sikat gigi, maka gunakanlah floss, plester, sikat interdental dan semacam sikat boral dalam ukuran kecil.
Kontrol kimia dari deposisi plak
Kontrol kimia ini dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1. Menekan flora normal. 2. Menghambat kolonisasi bakteri pada permukaan gigi. 3. Menghalangi faktor pembentuk plak misalnya pengikatan karbohidrat seperti dektran. 4. Melarutkan plak yang sudah terbentuk. 5. Mencegah mineralisasi plak.(6)

KESIMPULAN
Rongga mulut merupakan tempat yang baik untuk perkembangan bakteri oleh karena itu kebersihan mulut harus selalu diperhatikan. Terutama selama hamil, bila kurang memperhatikan masalah kesehatan mulut atau mungkin rendahnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya memelihara kesehatan mulut maka dapat menimbulkan inflamasi gingiva serta kerusakan jaringan periodontal, sehingga kondisi ini memegang peranan pada kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah prematur.
Mikroorganisme oportunistik dalam rongga mulut dapat menjadi patogen bila bakteri plak telah masuk ke pembuluh darah dan ikut dalam sirkulasi darah dapat menyebabkan penyebaran infeksi termasuk ke plasenta, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan janin, dengan cara melepaskan toksin dalam aliran darah.

DAFTAR PUSTAKA

1. J. J Murray. The Prevention of Dental Disease, halaman : 327

2. Banun Kusumawardani. Bagian Periodonsia, FKG Universitas Jamber, Jurnal PDGI (Maret 2002) : 19 – 25

3. Hanafi Wiknjosastro. Bagian Kebidanan dan Kandungan, Jakarta, 1998 : 771 – 5

4. Http/www. The jcdp.com/issue 001

5. J. D Manson, B. M Eley. Buku Ajar Periodonti. Alih Bahasa. Drg Anastasia S, Jakarta, 1993 : 105 – 127

6. Mansyoer Arief, dkk. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi IV, Jilid I, Penerbit Media Aesculapius FKUI, Jakarta, 1999 : 570 – 80

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s