DIABETES DALAM KEHAMILAN


PENDAHULUAN

Penyakit gula merupakan kelainan herediter dengan ciri-ciri adanya insufisiensi atau absennya hormon insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula dalam darah yang tinggi, dan berkurangnya glikogenesis. Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan, penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan metabolik dan hormonal pada penderita yang juga dipengaruhi oleh kehamilan. (1)

Pada penderita diabetes, risiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi akan meningkat karena terjadi perubahan metabolik. Angka lahir mati terutama pada kasus diabetes tak terkendali dapat terjadi 10 kali dari normal. Diperkirakan kejadian diabetes dalam kehamilan adalah sebesar 0,7 %. Adanya diabetes patut dicurigai pada keadaan yang mempunyai ciri-ciri; (1) gemuk, (2) riwayat diabetes dalam keluarga, (3) riwayat melahirkan bayi dengan berat badan > 4 kg, (4) riwayat lahir mati, dan abortus yang berulang. (1,2)

DEFINISI

Diabetes dalam kehamilan adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar gula darah puasa > 126 mg/ml, dan > 200 mg/ml pada pemeriksaan sewaktu pada ibu hamil (Perkeni 1996). Sedangkan WHO menetapkan patokan kadar gula darah puasa > 105 mg/dl dan kadar gula darah dua jam sesudah makan > 120 mg/dl. (3,4)

PATOFISIOLOGI

Dalam keadaan hamil, terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar dalam darah ibu. Insulin ibu tidak dapat mencapai janin, sehingga kadar gula darah ibu akan mempengaruhi kadar gula darah janin. Pengendalian kadar gula darah terutama dipengaruhi oleh insulin, disamping beberapa hormon lain: estrogen, steroid, dan plasenta laktogen.

Akibat lambatnya resorpsi makanan, maka terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan ini menuntut kebutuhan insulin. Menjelang kehamilan aterm, kebutuhan insulin meningkat sehingga mencapai 3 kali dari keadaan normal. Hal ini disebut sebagai tekanan diabetojenik dalam kehamilan. Secara fisiologik telah terjadi restensi insulin yaitu apabila ia ditambah dengan insulin eksogen, maka ia tak mudah menjadi hipoglikemia. Pada keadaan ini yang menjadi masalah adalah bila seorang ibu tidak mampu meningkatkan produksi insulin, sehingga terjadi hipoinsulin yang mengakibatkan hiperglikemia atau diabetes kehamilan (diabetes yang timbul hanya dalam kehamilan).

Resistensi insulin juga disebabkan oleh adanya hormon estrogen, progesteron, kortisol, prolaktin, dan plasenta laktogen. Hormon tersebut mempengaruhi reseptor insulin pada sel, sehingga mengurangi afinitas insulin. (1,2,3,4,5,6)

KLASIFIKASI

Wanita yang kehamilannya dipersulit oleh penyakit diabetes bisa dipisahkan dengan wanita yang diketahui sudah menderita diabetes sebelum kehamilan dan dengan wanita yang menderita diabetes gestasional. (1,2,3,6)

Klasifikasi diabetes mellitus dalam kehamilan adalah sebagai berikut:

  1. 1. DM yang memang sudah diketahui sebelumnya dan kemudian menjadi hamil (DM Hamil = DMH = DM pragestasional). Sebagian besar termasuk golongan IDDM (Insulin Dependent DM).
  2. DM yang baru saja ditemukan pada saat kehamilan (DM Gestasional = DMG). Umumnya termasuk golongan NIDDM (Non Insulin Dependent DM) (5)
Kelas Diabetes Pragestasional
Usia Onset Durasi (tahun) Penyakit vaskuler Terapi
A

 

B

C

D

F

R

H

Setiap usia

 

> 20 tahun

10 hingga 19 tahun

< 10 tahun

Setiap usia

Setiap usia

Setiap usia

Setiap waktu

 

< 10 tahun

10 hingga 19 tahun

> 20 tahun

Setiap waktu

Setiap waktu

Setiap waktu

Tidak ada

 

Tidak ada

Tidak ada

Retinopati benigna

Nefropati

Retinopati proliferatif

Penyakit jantung

A-1, Hanya diet

 

Insulin

Insulin

Insulin

Insulin

Insulin

Insulin

Diabetes Gestasional

Kelas               Kadar Gula Darah Puasa                                Kadar Gula darah Postpradinal

A – 1               Kurang dari 105 mg.dl            dan                  Kurang dari 120 mg/dl

Lebih dari 105 mg/dl              dan/atau          Lebih dari 120 mg/dl.

DIAGNOSIS

Wanita yang ditemukan dengan gejala glukosuria, kadar glukosa plasma yang tinggi dan dengan ketonemia serta ketonuria, tidak menimbulkan kesulitan dalam penegakan diagnosis.

Wanita yang berada pada ujung lain spektrum tersebut, yaitu wanita dengan gangguan metabolisme yang ringan, mungkin sulit dikenali. (6) Menurut Sullivan dkk (1973), pemeriksaan kadar gula darah dianjurkan bagi semua wanita hamil.

Diagnosis diabetes dalam kehamilan dapat ditegakkan berdasarkan:

  1. 1. Anamnesis.

Riwayat persalinan yang lalu; abortus, partus prematurus, kematian janin dalam kandungan dan riwayat melahirkan anak besar, riwayat keluarga (herediter). Dan juga didapatkan keluhan-keluhan seperti: poliuri, polidipsi, polifagi serta riwayat berobat sakit gula pada dokter.

  1. 2. Pemeriksaan:

r  Pemeriksaan urin.

r  Pemeriksaan kadar gula darah puasa dan post pradinal.

r  Glukosa Toleran Test (GTT)

r  Nilai K. (1)

  1. Pasien diberi test beban glukosa oral 50 gram dan 1 jam kemudian dilakukan pemeriksaan kadar gula darahnya, jika nilai glukosa plasma > 150 mg/dl (130 mg/dl darah) maka perlu dilanjutkan dengan test toleransi glukosa 3 jam.
  1. Test toleransi glukosa

Pasien diberi beban glukosa oral 100 gram, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar gula darah dengan kriteria:

Kadar glukosa darah pada pasien normal:

KGD                     Kadar (mg/dl)

Puasa                  < 90

Jam 1                   < 165

Jam 2                   < 145

Jam 3                   < 125

Bila ditemukan 2 nilai abnormal, maka dapat dibuat diagnosis diabetes mellitus. Test tersebut dilakukan pada awal kehamilan kemudian diulangi pada usia gestasi 34 minggu. (2)

PENATALAKSANAAN

  1. Pengobatan secara medik merupakan cara yang sangat bijaksana. Pengobatan ini harus bekerja sama dengan dokter ahli penyakit dalam. Pengobatan ini terdiri atas:
  • Pemberian diet diabetes.
  • Pemberian insulin.
  1. Penanganan Obstetrik

Penanganan berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan antara lain: (1) beratnya penyakit, (2) lama penyakit diderita, (3) umur penderita, (4) paritas, (5) riwayat persalinan terdahulu dan (6) ada atau tidaknya komplikasi.

r  Untuk penyakit yang tidak berat: dengan pengobatan/diet dapat mengontrol penyakit tersebut dengan baik: diharapkan persalinan biasa dapat dilakukan.

r  Untuk diabetes yang agak berat, misalnya adanya riwayat kematian janin dalam kandungan. Beberapa institut menganjurkan untuk melakukan seksio sesaria pada minggu ke-37 kehamilan.

r  Untuk diabetes yang agak berat dan memerlukan insulin: dilakukan induksi persalinan lebih dini yaitu pada kehamilan minggu ke 36 – 38.

r  Untuk diabetes berat dengan komplikasi (misalnya: pre-eklampsia, hidramnion, dan sebagainya), riwayat persalinan yang buruk di masa lalu: dilakukan induksi persalinan atau seksio sesaria lebih dini.

r  Dalam pengawasan persalinan, janin harus dimonitor dengan baik (antara lain: denyut jantung janin, elektro-toko-kardiogram, dan USG).

r  Untuk menghentikan kesuburan, sangat dianjurkan untuk dilakukan tubektomi dengan ketentuan sudah punya anak. (1)

PROGNOSIS

Prognosis diabetes dalam kehamilan pada umumnya cukup baik apabila penyakitnya cepat diketahui dan segera ditangani/diobati oleh dokter yang ahli, serta kehamilan dan persalinannya ditangani oleh dokter spesialis kebidanan. (2)

DAFTAR RUJUKAN

  1. Mochtar R. “Sinopsis Obstetri” Edisi kedua. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1998: 170 – 3.
  2. Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan. Edisi Ketiga. Penerbit yayasan ina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Jakarta. 1999: 518 – 25.
  3. Levena KJ., Cunningham FG., Gant NF., Alexander JM., Bloom SL., Casey BM., Dashe JS., Sheffield JS., Yost NP., “Williams Manual of Obstetrics”. The University of Texas: 569 – 74.
  4. Kumpulan Catatan Obstetri dan Ginekologi: 134 – 136.
  5. Waspadji S. Diabetes Dalam Kehamilan. In: Http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklobpt3.html.
  6. Cunningham FG, Mac Donald, Obstetri Williams, Edisi 18, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta: 978 – 87.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s