Cacingan…!!!

Penyakit kecacingan atau cacingan – kita menyebutnya – sering dijadikan bahan guyonan, terutama di kalangan masyarakat kota. Mungkin karena pada anak, kecacingan identik dengan tubuh kurus, fisik sulit berkembang, dan perut membuncit. Sudah begitu, cacing dianggap parasit yang tidak elite. Meskipun benar bahwa penderita kecacingan memiliki ciri fisik demikian, sebenarnya banyak lagi gangguan lain yang ditimbulkan. Hanya saja karena berada dalam tubuh, kita jadi sulit melihatnya secara kasat mata.
Berhubung cacing merupakan hewan yang mengambil makanan dari tumpangannya, menurut dr. Hingky Hindra Irawan Satari, Sp.A., seharusnya ia tidak boleh tinggal dalam tubuh manusia. Cacing paling senang menumpangi usus yang berisi banyak sari-sari makanan. Mereka masuk ke dalam tubuh sewaktu menjadi larva yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Oleh karena itu, keberadaan cacing sering tidak terduga. Continue reading

10 Hal Tentang Polio Yang Perlu Diketahui dan Dilakukan

  1. Polio tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah. Cara untuk mencegah penyakit yang merupakan musuh berbahaya bagi anak-anak, karena dapat menyebabkan kelumpuhan ini adalah dengan imunisasi.
  2. Penyebaran penyakit ini begitu cepat, tanpa mengenal status sosial ataupun batas wilayah. Setiap anak yang belum diimnisasi berisiko terhadap penyakit yang meneybabkan kelumpuhan ini. Indonesia merupakan negara berpredikat bebas polio selama 10 tahun, kini Indonesia kembali diserang virus polio, tiba-tiba polio masuk kembali ke Indonesia.
  3. Dalam rangka upaya pemberantasan polio, pemerintah mengadakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) . PIN diadakan untuk memberi kekebalan kepada semua anak balita terhadap Polio dengan menetskan vaksin polio oral kepada setiap balita. Orang tua wajib membawa setiap anak balitanya ke pos-pos pelayanan imunisasi setiap kali PIN diselenggarakan.
  4. Vaksin polio adalah satu-satunya senjata yang manjur, aman dan halal. Satu-satunya cara menghadapi polio adalah memberikan vaksin polio yang diteteskan ke mulut balita, yang dikenal sebagai Oral Polio Vaccine (OPV). Vaksin ini aman, efisien dan manjur. Untuk memberikan perlindungan seumur hidup, imunisasi dengan vaksin OPV perlu diberikan beberapa kali. OPV telah dinyatakan halal oleh pemimpin agama sedunia, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Continue reading