TETANUS / LOCK JAW anak

Definisi

Adalah suatu penyakit infeksi akut spastik paralisis yang disebabkan oleh tetanospasmin yaitu neurotoxin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani.

Klasifikasi :

1. Ringan         : bila tanpa ada kejang demam (general spasme)

2. Sedang        : sekali-kali muncul kejang demam

3. Berat           : kejang umum yang berat sering terjadi Continue reading

TBC Paru anak

Adalah Peradangan jaringan paru oleh kuman M. Tuberkulosa

Gejala klinik :

  • Demam (1-2 minggu) dan berulang tanpa sebab yang jelas dan dapat disertai keringat malam
  • Batuk “ISPA” yang kronis dan sering kambuh dan berdahak
  • Anoreksia  ’ gagal tumbuh kembang
  • BB ” tanpa sebab yang jelas dan tidak meningkat walau dengan penanganan gizi yang adekuat
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Riwayat kontak dengan penderita TBC (+)
  • Pembesaran KGB
  • Diare persisten yang tidak sembuh dengan obat anti diare
  • Conjungtiva fliktenularis
  • Mantoux test (+)
  • Laboratorium : LED “ Continue reading

Gastroenteritis (GE) pada anak

Adalah BAB dengan frekwensi lebih dari 3 kali/hari, dengan konsistensi lebih lembek atau cair dengan atau tanpa disertai lendir ataupun darah.

GE = Diare

GE merupakan istilah ilmiah/klinis, sedangkan diare lebih sering digunakan di lapangan.

Jenis diare :

  • Diare akut : < 7 hari
  • Diare berkepanjangan/ prolong : 7 – 14 hari
  • Diare kronik / persisten : > 14 hari Continue reading

Cacingan…!!!

Penyakit kecacingan atau cacingan – kita menyebutnya – sering dijadikan bahan guyonan, terutama di kalangan masyarakat kota. Mungkin karena pada anak, kecacingan identik dengan tubuh kurus, fisik sulit berkembang, dan perut membuncit. Sudah begitu, cacing dianggap parasit yang tidak elite. Meskipun benar bahwa penderita kecacingan memiliki ciri fisik demikian, sebenarnya banyak lagi gangguan lain yang ditimbulkan. Hanya saja karena berada dalam tubuh, kita jadi sulit melihatnya secara kasat mata.
Berhubung cacing merupakan hewan yang mengambil makanan dari tumpangannya, menurut dr. Hingky Hindra Irawan Satari, Sp.A., seharusnya ia tidak boleh tinggal dalam tubuh manusia. Cacing paling senang menumpangi usus yang berisi banyak sari-sari makanan. Mereka masuk ke dalam tubuh sewaktu menjadi larva yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Oleh karena itu, keberadaan cacing sering tidak terduga. Continue reading