Archive | REFERAT KEDOKTERAN RSS feed for this section

MANAJEMEN PASIEN STUPOR DAN KOMA

21 Oct

Pendahuluan

Pasien dalam keadaan penurunan kesadaran sedang atau berat dapat dikategorikan sebagai stupor atau koma. Keadaan ini merupakan keadaan emergensi atau gawat darurat bila terjadi akut. Banyak variasi penyebab baik itu keadaan metabolik atau suatu proses intrakranial yang dapat mengakibatkan pasien dalam keadaan stupor atau koma ini. Adapun manajemen pada pasien seperti ini haruslah berfokus untuk menstabilkan keadaan pasien, menegakkan diagnosis, dan menatalaksana pasien berdasarkan penyebab dari penyakit tersebut.

Tinjauan pustaka ini bertujuan sebagai tambahan referensi untuk mahasiswa kedokteran, paramedis dan para dokter non neurologis yang bekerja di Rumah Sakit dalam menangani dan mentatalaksana pasien dengan kelainan neurologis yang datang di ruang gawat darurat, intensive care unit, bangsal, atau pun klinik. (more…)

Kriptorkismus dan Penatalaksanaannya

21 Oct

Pendahuluan

Kriptorkismus adalah suatu keadaan di mana setelah usia satu tahun1,2 satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantong skrotum1-6, tetapi berada di salah satu tempat sepanjang jalur desensus yang normal7-10.

Kriptorkismus berasal dari kata cryptos (Yunani) yang berarti tersembunyi dan orchis yang dalam bahasa latin disebut testis8. Nama lain dari kriptorkismus adalah undescended testis3-6,8,9,11-22, tetapi mesti dijelaskan lagi apakah yang dimaksud sebagai kriptorkismus murni, testis ektopik8,16 ataupun pseudo kriptorkismus8,21. Testis yang berlokasi di luar jalur desensus yang normal disebut sebagai testis ektopik, sedangkan testis yang terletak tidak di dalam skrotum tetapi dapat didorong masuk ke dalam skrotum dan menaik lagi bila dilepaskan dinamakan pseudokriptorkismus atau testis retraktil.8 (more…)

ATRESIA ANI

21 Oct

I. Pendahuluan

Atresia Ani merupakan salah satu kelainan bawaan, dimana anus tampak normal,  tetapi  pada  pemeriksaan  colok  dubur  jari  tidak  dapat  masuk lebih dari 1-2 cm. Insidens : 1 : 3.000-5.000 kelahiran hidup.

Sinonim Atresiaa Ani = Imperforated Anal = Malformasi Anorektal = Anorektal Anomali.

Kelainan bawaan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan ambriogenik.

Pada kelainan bawaan anus umumnya tidak ada kelainan rektum, sfingter, dan otot dasar panggul. Namun demikian pada agenesis anus, sfingter intern mungkin tidak memadai. (more…)

TERAPI AGRESIF PADA ARTRITIS

3 Jun

PENDAHULUAN

Pemahaman akan etiopatogenesis dari berbagai penyakit otoimun termasuk Artritis Reumatoid (AR) membawa dampak pada pendekatan penatalaksana-annya. Diketahui bahwa peran otoimunitas pada AR dapat dikatakan demikian besar dan mencakup interaksi berbagai faktor. Sekali terjadi adanya cetusan rangkaian imunologik oleh suatu sebab antigen tertentu maka proses imun akan berjalan terus dan menyebabkan kerusakan sendi. (more…)

TERAPI CAIRAN PADA GAGAL GINJAL AKUT

3 Jun

Pendahuluan

Gagal ginjal akut (GGA) adalah suatu sindrom yang ditandai oleh penurunan laju filtrasi glomerulus secara mendadak dan cepat (hitungan jam–minggu) yang mengakibatkan terjadi-nya retensi produk sisa nitrogen seperti ureum dan kreatinin1 . Batasan GGA yang lain adalah peningkatan kreatinin serum  0,5 mg/dl dari nilai sebelumnya, penurunan  klirens kreatinin (CCT = Creatinin Clearance Test) hitung sampai 50% atau penurunan fungsi ginjal  yang meng-akibatkan kebutuhan akan dialisis2. Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai dalam pemahaman patofisiologi dan terapi pengganti pada GGA, namun penyakit ini masih merupakan masalah medik dengan angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. GGA dijumpai  sekitar 5% pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan sekitar 30% pada pasien yang dirawat di perawatan intensif2,3. Sebelum mem-bahas terapi cairan pada GGA,  akan  disinggung beberapa aspek yang terkait dengan penyakit ini. (more…)

SIROSIS HEPATIS

3 Jun

PENDAHULUAN

Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Didalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita, yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun atau obat yang masuk dalan tubuh kita. Sehingga dapat kita bayangkan akibat yang akan timbul apabila terjadi kerusakan pada hati. Beberapa penyakit hati antara lain : penyakit hati karena infeksi, penyakit hati karena racun, genetik atau keturunan, gangguan imun, dan kanker. Oleh karena itu perlu perhatian pada hati untuk menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit hati tersebut, dan bila telah terjadi penyakit hati tersebut, harus dapat dideteksi dengan segera. (1) (more…)

PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN BAWAH

3 Jun

Pendahuluan

Perdarahan saluran cerna bagian bawah (SCBB) dapat didefinisikan sebagai perdarahan yang terjadi atau bersumber pada saluran cerna di bagian distal dari ligamentum Treitz. Jadi dapat berasal dari usus kecil dan usus besar. Pada umumnya perdarahan ini (sekitar 85%) ditandai dengan keluarnya darah segar per anum/per rektal yang bersifat akut, transient, berhenti sendiri, dan tidak mempengaruhi hemodinamik

Gambaran Klinis

Perdarahan SCBB dapat bermanifestasi dalam bentuk hematoskezia, maroon stool, melena, atau perdarahan tersamar. (more…)

PENATALAKSANAAN PSMBA PADA SIROSIS HEPATIS

3 Jun

Pendahuluan

Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) sering ditemukan dalam praktek sehari-hari dan merupakan salah satu keadaan gawat darurat di bidang gastroenterologi.

Dalam kepustakaan Barat dilaporkan angka kematian yang cukup tinggi (8-10%) dalam kurun 40 tahun terakhir, walaupun telah banyak dicapai kemajuan baik dari segi diagnostik maupun terapeutik. Di Amerika Serikat keadaan ini menyebabkan 10.000-20.000 kematian setiap tahunnya dengan angka kekerapan sekitar 150 per 100.000 populasi. Di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ditemukan rata-rata 200-300 kasus perdarahan SCBA setiap tahun dengan angka kematian rata-rata 26% (pada tahun 1988) di mana sebagian besar disebabkan oleh penyakit dasar sirosis hati dengan berbagai komplikasinya.1,2,3 (more…)

KORTIKOSTEROID TOPIKAL PADA RINITIS ALERGIK

3 Jun

1. Manfaat Pengobatan Rinitis Alergik

Rinitis alergik merupakan penyakit alergi yang sering dijumpai di masyarakat. Rinitis alergik mengganggu kualitas hidup pasien sehingga pada orang dewasa menurunkan produktivitas. Sedangkan pada siswa penyakit ini menurunkan keberhasilan belajar. Gangguan pada kualitas hidup dapat disebabkan oleh gejala penyakit maupun pemberian pengobatan antihistamin non-sedatif. Gangguan pada kualitas hidup pada pasien rinitis alergik serta perbaikan akibat pengobatan antihistamin dapat dilihat pada gambar 1.(1,2) (more…)

PENYAKIT GRAVES

3 Jun

Pendahuluan

Penyakit Graves merupakan penyakit kelenjar tiroid yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Tanda dan gejala penyakit Graves yang paling mudah dikenali ialah adanya struma (hipertrofi dan hiperplasia difus), tirotoksikosis (hipersekresi kelenjar tiroid/ hipertiroidisme) dan sering disertai oftalmopati, serta -meskipun jarang- disertai dermopati. Selain penyakit Graves, yang merupakan penyebab paling sering, penyebab lain tirotoksikosis ialah struma multinodosa toksik, adenoma toksik, tiroiditis, dan pemberian obat-obatan.(1,2,3)

Patogenesis penyakit Graves sampai sejauh ini belum diketahui secara pasti. Namun demikian, diduga faktor genetik dan lingkungan ikut berperan dalam mekanisme -yang belum diketahui secara pasti- meningkatnya risiko menderita penyakit Graves. Berdasarkan ciri-ciri penyakitnya, penyakit Graves dikelompokkan ke dalam penyakit autoimun, antara lain dengan ditemukannya antibodi terhadap reseptor TSH (Thyrotropin Stimulating Hormone – Receptor Antibody /TSHR-Ab) dengan kadar bervariasi.(1,2) (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.