Sebuah Ulasan: Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi

Oleh dr. Raehanul Bahraen (Dimuat dalam http://www.muslim.or.id)

Tuntas bagi kami pribadi, saat ini dan “mungkin” sementara karena bisa jadi suatu saat kami mendapat tambahan informasi baru. Kami hanya ingin membagi kelegaan ini setalah berlama-lama berada dalam kebingungan pro-kontra imunisasi. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at. Apalagi kami sering mendapat pertanyaan karena kami pribadi berlatar belakang pendidikan kedokteran. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at inilah yang mengetuk hati kami untuk menelitinya lebih dalam. Karena prinsip seorang muslim adalah apa yang agama syari’atkan mengenai hal ini dan hal itu.

Sebagai seorang muslim, semua jalan keluar telah diberikan oleh agama islam. Oleh karena itu kami berupaya kembali kepada Allah dan rasul-Nya.

 فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ

 “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),” [An-Nisa-59]

Sebelumnya kami ingin menyampaikan bahwa imunisasi dan vaksinasi adalah suatu hal yang berbeda dimana sering terjadi kerancuan.

-Imunisasi: pemindahan atau transfer antibodi [bahasa awam: daya tahan tubuh] secara pasif. Antibodi diperoleh dari komponen plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit tertentu.

-Vaksinasi: pemberian vaksin [antigen dari virus/bakteri] yang dapat merangsang imunitas [antibodi] dari sistem imun di dalam tubuh. Semacam memberi “infeksi ringan”.

[Pedoman Imunisasi di Indonesia hal. 7, cetakan ketiga, 2008, penerbit Depkes] Continue reading

Kedokteran Islam VS Barat Zaman Kejayaan Islam

Oleh Ust. Sarwat Lc, MA.

Meski pun dunia kedokteran di Barat pada hari ini harus diakui telah mencapai prestasi yang luar biasa, namun kalau kita bandingkan dengan dunia kedokteran di masa kejayaan umat Islam di masa lalu, kita akan mendapatkan beberapa perbedaan yang amat signifikan. 

Tidak ada salahnya bila kita melakukan perbandingan sebagai analisa yang tajam terhadap realitas kehidupan umat Islam di masa lalu dan di masa sekarang.  Continue reading

Benarkah Imunisasi Lumpuhkan Generasi?

Makalah Dr. Piprim B. Yanuarso Sp. A(K)

Disampaikan dalam Talkshow Kontroversi Imunisasi, 19 Mei 2012

http://drpiprim.blogspot.com

===============================================================

 

Pendahuluan

Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. “Imunisasi lumpuhkan generasi” atau “Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi”. Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan. Continue reading

Pandangan Islam terhadap Vaksinasi

Oleh Dr. Piprim B. Yanuarso Sp.A (K),

Disampaikan Simposium Imunisasi 8 Juli 2012

http://drpiprim.blogspot.com/

=======================================================================

 Pendahuluan

Beberapa waktu belakangan ini marak seruan antivaksinasi bermotifkan isu agama. Isu yang dihembuskan adalah menyangkut kehalalan dan keamanan vaksin. Apalagi kelompok antivaksinasi ini sangat giat menyebarkan pemahamannya baik di ranah media sosial seperti twitter dan facebook maupun di pelosok-pelosok melalui berbagai forum, seperti majelis taklim di masjid-masjid kampung. Masyarakat awam pun mudah mengikuti seruan ini karena sensitifnya isu halal dan haram vaksin. Selain itu isu bahwa vaksin mengandung zat kimia beracun pun dihembuskan kencang. Hal ini diakhiri dengan himbauan agar masyarakat kembali menggunakan pengobatan ala nabi (tibbun-nabawy) dan melarang penggunaan obat kimia dan vaksin yang merupakan buatan manusia. Umat dihimbau agar menggunakan zat alamiah seperti herbal dan tidak lagi memakai obat-obatan modern. Alasannya karena herbal itu buatan dan racikan Allah SWT sendiri sedangkan obat modern dan vaksin itu murni buatan manusia.

Terjadi dikotomi antara herbal dengan obat modern, tibbun-nabawy dengan vaksinasi, yang satu diposisikan sebagai berasal dari Allah dan yang lain berasal dari manusia, yang satu benar mutlak yang lain salah total. Mereka menuduh ada bisnis besar di balik penjualan obat modern dan vaksin yang menggunakan dokter dan tenaga kesehatan lain sebagai agen-agennya. Ditambah dengan bumbu teori konspirasi, bahwa vaksin adalah senjata Yahudi untuk melumpuhkan generasi muslim, maka lengkaplah sudah kegalauan masyarakat terhadap vaksinasi ini. Tulisan ini akan membahas secara ringkas tentang pandangan agama dalam hal ini Islam terhadap vaksinasi dan imunisasi. Semoga tulisan ini dapat membantu menjernihkan persoalan seputar isu agama dan vaksinasi yang beredar di masyarakat. Continue reading

Vaksin Halal dan Thoyyibah

Kultwit Dr. Piprim B. Yanuarso Sp.A (K) pada 17 Juni 2012

http://chirpstory.com/li/10742

 ==================================================================

1) Ada yg tau gambar ini ? Apa fungsinya alat ini? http://t.co/lAjpIjXl(img:10150981535993120)

 2) Ya betul foto di point 1) adalah lumpang atau mortir dan stamfer yg dipake utk menggerus obat menjadi puyer..

 3) Pada pembuatan obat dg lumpang ini semua bahan baku serta bahan obat aktifnya dicampur jadi satu. Bersinggungan satu sama lain.

 4) Nah kalo proses pembuatan vaksin seperti menggerus obat dalam lumpang,tripsin babi dicampur bahan aktif antigen vaksin, maka vaksin haram

 5) Proses pembuatan vaksin sama sekali berbeda dengan meracik obat dalam lumpang. Beda total. Jangan salah persepsi. Continue reading

Panduan Syariah Dalam Berobat

oleh Ustadz DR. H. Agus Setiawan, Lc. MA

Disampaikan dalam Simposium dan Munas II Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia-Islamic Medical Association and Network of Indonesia (Prokami-IMANI).

 ====================================================================

Legalitas Berobat

Allah swt berfirman terkait dengan madu, “Dikeluarkan dari perutnya minuman yang beragam warna nya, di dalam nya ada obat bagi manusia”. (QS. An-Nahl ayat 69).

Imam Qurtubi menjelaskan tentang makna ayat tersebut, “Dalam firman Allah swt (Di dalamnya ada obat) merupakan dalil dan petunjuk boleh dan disyariatkannya berobat dengan meminum obat atau lainnya. (Tafsir al-Qurtubi, volume 1 hlm 138)

Dalam banyak riwayat juga dijelaskan bahwa nabi Muhammad saw membolehkan bahwa memerintahkan kepada para sahabat untuk berobat.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Jabir bin Abdillah ra, beliau menceritakan bahwa nabi saw bersabda, “Setiap penyakit itu ada obatnya. Apabila tepat obat untuk penyakit tersebut, akan sembuh dengan ijin Allah ‘azza wa jalla”. (Syarah Shahih Muslim, volume 14 hlm 191)

Seorang sahabat, Usamah bin Syariik ra pernah meriwayatkan bahwa suatu kesempatan datang kepada nabi saw beberapa orang Arab Badui. Mereka bertanya kepada nabi saw, “Apakah kami perlu berobat?”. Nabi saw menjawab, “Berobatlah kalian, karena Allah swt tidak meletakan penyakit melainkan menyediakan obatnya kecuali satu penyakit, yaitu penyakit kematian”. (HR. Abu Daud, lihat ‘Aun al-Ma’buud volume 10 hlm 334)

Berdasarkan hadits ini maka Imam Nawawi berpandangan bahwa berobat itu adalah sesuatu yang mustahabb atau disenangi, demikian juga pandangan ulama mazhab Syafi’I lainnya. (Lihat Syarah Shahih Muslim). Imam Abu Ishaq asy-Syaerozy, pengarang kitab al-Muhadzab berpandangan bahwa, “Jika seorang muslim sakit, maka ia wajib bersabar dan disukai jika berobat”. (al-Muhadzab volume 5 hlm 94) Continue reading

Global Value of Vaccination

Oleh: Prof. Dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, Sp.A(K)

Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RSCM Jakarta

Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Disampaikan dalam Seminar Kontroversi Imunisasi, Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia – Islamic Medical Association and Network of Indonesia (Prokami-IMANI).

 ===================================================================

Pendahuluan

Imunisasi merupakan salah satu pencegahan yang telah diakui sebagai upaya untuk mencapai eradikasi dan mengurangi penyakit infeksi berat yang menimbulkan kematian dan kecacatan, sehingga akan menyelamatkan kehidupan dan mengurangi penderitaan manusia. Telah banyak kajian farmako-ekonomi mengenai cost-savingdan cost-effective vaksin dan vaksinasi, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Secara umum terdapat tiga alur dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat. Pertama melalui pendidikan, anak yang sehat akan menjadi anak yang cerdas dan berhasil di kemudian hari. Beberapa program kesehatan telah pula dilakukan melalui sekolah yang dinilai sangat efektif seperti program BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) yang dilaksanakan melalui UKS  (usaha kesehatan sekolah). Dilaporkan dengan pemberian suplemen besi, anak lebih sehat dan absensi anak berkurang. Alur kedua melalui kesehatan dalam bidang produksi. Seperti halnya upaya kesehatan anak sekolah juga berlaku untuk pekerja. Dengan pekerja yang sehat akan menghasilkan produksi yang maksimal. Bloom dkk. menghitung dengan peningkatan satu tahun kehidupan dapat memperbaiki produktivitas sebesar 4%. Alur ketiga, adalah saving dan investment. Semakin makmur negara, semakin banyak penduduk lansia maka saving dan investment menjadi penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Telah kita fahami bahwa aspek kesehatan sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Continue reading