HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)


Definisi

Hernia nukleus pulposus adalah suatu kondisi dimana menonjolnya sebagian atau seluruh bagian dari sentral nukleus pulposus kedalam kanalis vertebralis akibat degenerasi dari anulus fibrosus korpus intervertebralis, yang menyebabkan sakit punggung dan kaki akibat iritasi akar saraf tersebut.

Nama lain

Lumbar radiculopathy, radiculopathy cervical, herniated intervertebral disk, intervertebral prolapsed disk, slipped disk, kerusakan saraf.

Etiologi, Insidens dan Faktor Resiko

Tulang-tulang dari kolumna spinalis atau vertebra dari atas ke bawah menghubungkan tengkorak dengan pelvis. Tulang ini melindungi saraf yang keluar dari otak yang turun kebawah memanjang sepanjang punggung dan masuk kedalam tubuh.

Kolumna vertebralis dibagi menjadi beberapa bagian (segmen) :

1. vertebra servikalis (leher)

2. vertebra thorakal (sebagian punggung di belakang dada)

3. vertebra lumbalis

4. vertebra sakralis.

Masing-masing vertebra spinalis dipisahkan dengan tulang rawan (kartilago) yang mengandung substansi gelatinosa yang berfungsi sebagai bantalan medula spinalis tersebut. Bantalan tersebut dapat mengalami herniasi (penonjolan) atau bisa juga mengalami ruptur akibat trauma atau tekanan, terutama penyakit degeneratif yang akan mempercepat proses tersebut.

Radikulopati dimaksudkan untuk setiap penyakit yang mempengaruhi radiks nervus spinalis. Herniasi merupakan salah satu penyebab dari radikulopati. Kebanyakan herniasi terletak pada daerah lumbal dari medula spinalis. Herniasi pada daerah lumbal terjadi 15 kali lebih sering dibandingkan herniasi yang terjadi pada daerah servikal dan merupakan salah satu penyebab dari sakit pada punggung bawah. Kelainan pada servikal insidennya sekitar 8 % dan kelainan pada torakal insidennya sekitar 2 % .

Akar-akar saraf yang tertekan akan menimbulkan gejala-gejala neurologis, misalnya gangguan pada sensoris atau motoris. Diskus herniasi biasanya terjadi pada usia dewasa muda dan usia lanjut, khususnya karena aktivitas fisik yang berlebihan. Faktor resiko lain termasuk kondisi kongenital yang mempengaruhi ukuran dari saluran lumbal spinal.

Gejala

Gejala pada diskus hernia lumbal :

 LBP (low Back Pain)

 Nyeri yang menyebar pada panggul, betis dan kaki

 Nyeri yang bertambah hebat ketika batuk, kejang atau tertawa

 Perasaan geli atau mati rasa pada betis atau kaki

 Kelemahan otot bahkan terkadang sampai atrofi

 Spasme otot

Gejala pada diskus hernia cervical :

 Sakit leher, terutama di belakang dan di samping

 Sakit pada tulang belikat sebagai efek samping

 Sakit yang menyebar pada bahu, lengan bagian atas, bawah dan telapak tangan, sakit pada dada atau jari yang diperberat ketika batuk, tegang atau tertawa

 Sakit yang bertambah hebat ketika menggerakkan leher atau memutar kepala pada satu sisi

 Spasme otot leher

 Kelemahan otot tangan

Gejala klinik

Riwayat dan pemeriksaan fisik mungkin cukup untuk mendiagnosa penyakit ini. Pemeriksaan neurologis bisa dilakukan untuk mengevaluasi refleks otot, sensasi dan kekuatan otot. Terkadang sering ditemukan kelainan atau penurunan lekukan ketika melakukan pemeriksaan pada tulang belakang pada daerah yang terkena. Test Straight-Leg-Raising sudah cukup untuk mendiagnosa diskus hernia lumbal. Test tekanan foramina Spurling bisa mendiagnosa adanya radikulopati servikal. Test ini dilakukan dengan melenturkan kepala ke depan dan pada satu sisi, sedangkan tekanan mengarah ke bawah terjadi pada puncak dari kepala, bila dijumpai keadaan mati rasa atau nyeri yang meningkat setelah melakukan test ini maka adanya kemungkinan mengalami radikulopati servikal.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan sinar X pada tulang belakang bisa menyingkirkan penyebab lain dari nyeri punggung dan leher, jadi pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendiagnosa diskus herniasi.

MRI dan CT Scan pada tulang belakang menunjukkan tekanan pada saluran yang disebabkan diskus herniasi. Pemeriksaan dengan myelogram bisa menentukan ukuran dan lokasi dari diskus herniasi.

EMG bisa dilakukan untuk melihat saraf-saraf yang terkena pada diskus herniasi, bisa juga dengan nerve conduction velocity (NCV).

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan pada keadaan diskus herniasi biasanya dengan pengistirahatan oleh karena nyeri dan pemberian obat anti inflamasi yang diikuti oleh fisioterapi. Jauh dari hal ini, 95% dari pasien biasanya akan pulih dengan sendirinya dan pasien akan melakukan aktivitas seperti biasanya. Sebagian kecil dari pasien melakukan pengobatan dengan injeksi steroid atau operasi.

Pengobatan

Karena biasanya keadaan diskus herniasi disebabkan oleh trauma (misalnya karena kecelakaan atau mengangkat barang yang berat) dan di ikuti oleh rasa sakit yang hebat pada kaki dan punggung, maka obat-obat narkotik dan obat anti inflamasi non steroids (NSAIDS) dipakai untuk mengurangi rasa sakit dan anti inflamasi.

Jika terdapat spasme pada punggung maka obat yang digunakan adalah obat anti spasme atau disebut juga muscle relaxant. Pemberian steroid bisa secara oral ataupun intravena. Pada pengobatan jangka panjang sebaiknya dilakukan fisioterapi, jika tidak memungkinkan maka bisa juga dengan cara menginjeksikan steroid secara langsung pada daerah yang terkena herniasi, hal ini sangat berguna pada pengendalian nyeri dalam jangka panjang.

Perubahan gaya hidup

Orang dengan berat badan lebih mempunyai kecenderungan untuk timbulnya sindrome nyeri pada punggung. Maka latihan dan diet sangat berguna pada pasien-pasien dengan obesitas. Fisioterapi merupakan perawatan utama pada penderita penyakit diskus lumbal, dimana pasien akan dilatih bagaimana cara mengangkat, berpakaian, berjalan dan melaksanakan aktivitas lain tanpa mengganggu keadaan pasien. Pasien juga dilatih untuk memperkuat otot abdomen dan punggung bawah yang berguna dalam menyokong tulang belakang. Fleksibilitas tulang belakang dan kaki merupakan aspek yang ketiga dalam program terapi.

Beberapa praktisi merekomendasikan penggunaan alat penyokong untuk memperkuat tulang belakang. Tetapi penggunaan alat ini bisa memperlemah otot-otot abdomen dan memperburuk keadaan penyakit. Pemakaian sabuk penopang bisa mencegah kerusakan yang lebih jauh dari keadaan ini.

Alat penahan leher (pada tulang servikal) biasanya dipakai pada pasien dengan radikulopati servikal. Alat ini membantu mengurangi spasme otot dan nyeri dengan cara membatasi pergerakan leher.

Operasi

Operasi dapat menjadi pilihan untuk mengendalikan rasa sakit. Diskectomy merupakan operasi pemindahan saraf-saraf yang menonjol dengan pemakaian anestesi umum. Pasien akan berada di Rumah Sakit selama 2 sampai 3 hari, dari mulai berakhirnya operasi ini pasien akan dilatih untuk berjalan kembali untuk mengurangi penggumpalan darah.

Operasi lain yang bisa dilakukan yaitu diskectomy mikro, dimana pada operasi ini akan dilakukan pemindahan fragmen dari diskus nukleus melalui goresan sangat kecil dengan bimbingan sinar X dan chemonucleosis. Chemonucleosis dilakukan dengan cara menginjeksikan suatu enzim (chymopapain) ke dalam diskus yang terkena herniasi yang berguna untuk memecahkan unsur yang menonjol. Prosedur ini merupakan suatu alternatif pada diskectomy dalam situasi tertentu.

Pencegahan

Bekerja secara aman, tehnik pengangkatan barang yang sesuai dan mengendalikan berat badan bisa membantu mencegah kerusakan pada tulang belakang.

Prognosa

Umumnya prognosa baik dengan pengobatan yang konservatif. Presentasi rekurensi dari keadaan ini sangat kecil. Tetapi kadang-kadang pada sebagian orang memerlukan waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun untuk memulai lagi aktivitasnya tanpa disertai rasa nyeri dan tegang pada tulang belakang. Keadaan tertentu (misalnya dalam bekerja) yang mengharuskan pengangkatan suatu benda maka sebaiknya dilakukan modifikasi untuk menghindari rekurensi nyeri pada tulang belakang.

Komplikasi

1. Nyeri tulang belakang kronik

2. Nyeri tulang belakang permanen (sangat jarang)

3. Hilangnya sensasi atau pergerakan di tungkai atau kaki

4. Menurunnya atau hilangnya fungsi dari usus dan kandung kemih

DAFTAR PUSTAKA

http://www.shandshealthcare/hernia nukleus pulposus.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s