Schizoprenia


Adalah kelompok gangguan jenis psikosa yaitu gangguan jiwa dimana proses berfikir penderita terlepas dari realita

Ada 2 macam :
1. Psikosa Organik
Oleh karena kelainan diotak :
– Usia lanjut, pikun  Otak mengecil
– Penyakit infeksi pada otak / selaput
– Kekerasan kepala, penyakit panas  thyfoid, dll

2. Psikosa Fungsional ( Non – Organik )
Tidak ada kelainan otak, murni gangguan jiwanya. Ex : Schizoprenia

Penderita menngalami kemunduran dalam fungsi sebagai seorang manusia. Dapat dilihat 4 hal :
1. Fungsi belajar / pekerjaan
2. Fungsi hubungan sosial
3. Fungsi pengguanaan waktu senggang
4. Fungsi perawatan diri

Proses Berfikir
Penderita schizoprenia sama dengan aneh. Atau dalam hal ini tampak pada :
1. Adanya suara di telinga / halusinasi
 Tergantung suara
2. Cara berfikir
– Tidak seperti orang normal
– Bicara sering susah ditangkap
– Sering berulang – ulang
– Ambivalensi
3. Isi pikiran ( Waham )
4. Bicara tak terkontrol ( Inkoherensi )
5. Merasa diri sehat atau tidak sakit
6. Merasa diri benar ( Egosentris )

Keadaan Alam Perasaan
1. Tampak mudah tersinggung
2. Peka terhadap hal-hal yang keras, serinng bertengkar dengan keluarga
3. Selama keadaan lebih parah, acuh terhadap sekitarnya
4. Sulit menghayati apa yang terjadi disekitarnya, orang sedang susah, dia tertawa-tawa

Tingkah Laku
1. Tingkah laku yang kacau balau ( Eksaltasi )
 Agresif, mudah marah, mengamuk, bicara kotor, mengganggu lingkungan, memaki-maki kotor
2. Tingkah laku yang mematung ( Stupor )
– Seperti patung, menyendiri, mengurung atau seorang diri di kamar, tidak suka bicara, roman muka kososng, disusruh apa-apa menlolak dengan isyarat, sulit diatur
– Mondar mandir, tidak capek

Keluarga membawa berubah bila 1 & 2. Apabila sudah cukup lama, Akhirnya sulit baik

Kecerdasan
– Umumnya tidak menyebabakan penurunan
– Terganggu sementara oleh karena akibat gangguan berfikir, fungsi intelektual menurun, bisa betul / kacau, sakit / sembuh, gangguan tersebut juga berlangsung pulih

Sebab – sebab ( Banyak Teori )
1. Teori hormonal 4. Teori kimiawi otak
2. Teori keturunan
3. Teori akibat stress
– Agaknya teori paling berperan belum terjawab
– Yang paling menarik bagi masyarakat adalah stress ( Keluarga, pekerjaan, pergaulan / lingkungan sosial )

Waham
Definisi ada beberapa pendapat :
• Adalah kepercayaan palsu, umumnya dapat bersifat negatif ( paranoid ) ataupun menggambarkan kebesaran
• Adalah pikiran atau keyakinan yang tidak benar, tidak berdasarkan logika tetapi terbentuk karena kebiasaan didalam penderita sendiri
• Adalah keyakkinan yang dibentuk secara patologik yang bertentangan dengan kennyataan dan tidak dapat dikoreksi
• Adalah kepercayaan yang palsu dan anggapan yang salah, Tidak dapat dikoreksi dan tidak sesuai dengan dasar budaya pendidikan penderita

Macam – macam Menurut Terjadinya :
1. Waham Primer
Timbul secara tidak logis sama sekali tanpa ada penyebab dari luar. Contohnya :
– Penderita merasa akan kiamat
– Anjing kencing mengangkat kaki ke belakang
2. Waham Sekunder
Timbul akibat proses primer lainnya, seperti halusinasi.
Waham ini logis kelihatannya. Dapat dikatakan merupakan cara penderita menenangkan gangguan jiwa lainnya seperti halusinasi

3. Menurut Isi
– Waham kebesaran. Perasaan melambung
– Kejadian yang sering dijumpai ( Ancaman terhadap pribadi )
– Diproyeksikan sebagai kebencian dari sekitarnya

Berkaitan / tindakan orang lain meskipun tidak ada hubungan sama sekali dengan penderita, diinterpretasikan mempunyai hubungan yang dapat sanagt penting dan sering berbicara tidak terduga / memandang rendah, berdosa / bersalah, miskin / sakit, seringmrupakan rasionalisasi dan rasa depresi bersumber pada kecenderungan bermusuhan terhadap orang lain dibawah sadar.

Terjadinya :
1. Adanya stress. Baik fisik atau psikis yang mengganggu metabolisme otak. Akan mengganggu fungsi cerebral dan berakibat timbulnya “waham”
2. Waham merupakan slah satu cara untuk menyelesaikan kecemasan yang dapat timbul karena ancaman terhadap kelangsungan hidupnya atau fungsi egonya seperti konflik caen fisik, kelebihan lain.
3. Waham timbul karena gangguan hubungan dengan dunia luar. Khususnya dengan sesama manusia. Gangguan ini adanya perubahan inti ( Kepribadian sendiri )

Faktor Prodormal
1. Isolasi diri / Huubungan sosial
2. Hendaya
3. Tingkah laku aneh
4. Hendaya higienis
5. Afek tumpul
6. Gagasan aneh

Fase Aktif
1. Timbul waham
– Dellution of incontrolled
– Through broadcsting
– Through withdrawal
– Through insection
– Waham somatik
2. Halusinasi
3. Inkoherensi

Fase Residual
1. Afek timbul / datang
2. Hendaya dalam fungsi peran
3. Waham / halusinasi dapat menetap tapi tidak disertai afek kuat
4. Tingkah laku eksentrik
5. Pelanggaran assosiasi
6. Penarikan diri dari hubungan sosial

Fase Remisi
Keadaan ini dikenal apabila seseorang dengan riwayat yang sama sekali tidak menunjukkan tanda penyakit. Terlepas apakah dia masih dengan obat atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s