HEPATOLOGI


a. Cholestasis
Adalah hambatan aliran empedu kedalam saluran pencernnaan yang mengakibatkan penggumpalan / akumulasi hasil metabolisme hepar yang dikeluarkan dalam bentuk empedu. Contoh : Bilirubin, garam empedu, asam empedu.

Sehingga timbul gejala :
– Ikterus
– Urine warna kuning coklat
– Feses pucat
– Gangguan fungsi hepar
– Pembesaran hepar

Pemeriksaan Kolestasis :
– Bila ikterus / bilirubin lebih dari 2 mg/dL pada feses tampak acholik ( pucat )
– Normal = 1 mg/dL
– Bilirubin direct dan alkali posfatase dominan ↑  menunjukkan adanya ikterus obstruktif
– Dilakukan pemeriksaan aspirasi cairan duodenum untuk pereaksi, apakah ada bilirubin didalam cairan tersebut. Jika tiak ada samasekali artinya atresia biliaris
– USG
– Biopsi hati
– Therapi : Tindakan bedah
b. Hepatitis
– Adalah peradangan pada hepar yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit ( > virus )
– Virus penyebab hepatitis terdiri dari 4 :
1. Virus H.A / Hepatitis Infeksiosa  VHA tidak menjadi kronis
2. Virus H.B / H. Serosa / Serum
V.H.B akan menjadi kronis
V.H.B bisa menjadi chirrosis
3. Non-A. Non-B
4. Virus H.D

Histopatologi
Terjadi peradangan akut diseluruh bagian hati dan terjadi infiltrasi sel-sel radang leukosit dan proliferasi sel kufffer sehingga terjadi necrosis hati

Gejala Klinik
Semuanya hepatitis akut oleh virus adalah sama, yang berbeda cara penularannya, masa inkubasi, perjalanan penyakit dan prognosisnya

Gejala :
1. Acute Asymptomatis ( Sub Klinik )
Keluhan :
– Keluhan hanya lemah badan
– Sakit perut
– Tidak dapat ikterus

2. Acute Symptomatis yang Khas
Terdiri dari 3 stadium
a. Stadium prodormal. Berupa gejala :
Kelainan GIT
Mual, muntah, anorexia
Kelainan sendi otot :
– Atralgia, lemah, lesu
– Panas, sakit kepala
– Urin seperti air teh
– Tinja pucat

b. Stadium Icteris
– Icterus ( peningkatan birubin serum, alk P↑ )
– Kelainan subjective berkurang
– Hepatomegali & nyeri tekan

c. Stadium Recompolasen ( penyembuhan )
– Ikterus mulai berkurang
– Air kencing mulai jernih

3. Hepatitis Pulmonant
– Gejala awal ~ akut symptomatosis  tapi cepat berjalan secara progresif
– Ikterus bertambah berat
– Delirium ~ coma
– Panas ↑↑
– Perdarahan jarena turunnya faktor pembekuan
– Edema paru
– Gagal ginjal

Therapi :
– Belum ada pengobatan yang spesifik untuk infeksi V. Hepatis
– Istirahat total
– Isolasi
– Diet rendah lemak
– Obat-obatan hepatoprotesctor ( temulawak )
– Symptomatis
– Untuk hepatitis pulmonant : Antibiotik, Tutofusin (a.a), Lactulosa

Pencegahan :
Imunisasi :
– Pasif : ATS, ATU 
– Aktif : BCG, DPT, Policampak
– Menurut PDI ( Progran Pengembangan Imunisasi ) :
0 bil ( I 0 – 1 bln ( II ) – 6 bl ( III )
– Diberi pada bayi yang lahir dari ibu yang hepatitis B
– Diberi HbIg  0,06 cc/Kg BB. Segera setelah bayi lahir ( paling lambat 48 jam ) lalu diberikan yang aktif ( membentuk antibodi ) selambat-lambatnya 7 hari

c. Cirrhosis Hepatis / Gagal Hati
– Jarang sekali pada anak
– Adalah bentuk akhir kerusakan hati dengan digantinya jaringan yang rusak oleh jaringan fibrosis yang akan menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan peningkatan tekanan vena portal

KLASIFIKASI
1. Cirrhosis terkompensasi
Tidak ditemukan tanda-tanda penurunan fungsi sel hati. Gambaran Klinis :
– Pereaksinya lebih menonjol
– Hepatitis kronis  klinis : Kelainan gambar pada kulit . Dada seperti laba-laba
– Fibrosis kistik  Saluran nafas

2. Cirrhosis tidak terkompensasi/dekompensasi
Gejala Klinis :
– Edema perifer dan ascites akibat penurunan fungsi hati
– Terjadi encelophati hepatis dan fetor hepatik
– Perdarahan akibat gangguan fungsi pembekuan darah trombositopenia
– Kematian akibat septikemia
Pereaksi :
– Barium meal : Varices oesophagus, lambung, duodenum
– USG

d. Tumor Hati
– Tumor jinak : Mesenchioma, Adenoma Cell hati, hiperplasia noduler focal, haemangioma cavernosa, haemangioma, endothelioma
– Tumor ganas : Sarcoma, hepatoma, hepatoblastoma, metastase dari organ lain

Faktor predisposisi
– Cirrhosis hepatis
– Alpha toxin dari jamur aspergillus flavus yang terdapat pada kacang-kacangan
– Infeksi fasciola hepatica & schistosoma
– Infeksi parasit

Gejala Klinik :
– Perut membesar,akibat hepatomegali dengan tonjolan keras
– Anak kuru ( kahexia )
– Nyeri tekan pada hepar, demam
– Kembung
– Muntah-muntah, anorexia
– Tidak selalu ada ikterus

Laboratorium
– Anemia
– Hipoalbuminemia
– Hioertrombosistopenia
– Hiperlipidemia
– Peningkatan protein alpha toxin

Diagnosis
Klinis, lab & biopsi

Therapi :
– Operasi
– Radiasi & Sitostatika

One thought on “HEPATOLOGI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s