HEPATITIS VIRUS AKUT pada anak



PENDAHULUAN

Sampai saat ini telah ditemukan berbagai jenis virus yang menyebabkan  hepatitis yang diberi nama virus  hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G.

Tujuh  hepatitis virus ini merupakan kelompok virus heterogen yang menyebabkan penyakit klinis akut yang serupa.  Hepatitis A, B, D dan E adalah virus RNA yang mewakili 4 famili yang berbeda, dan  Hepatitis B adalah virus DNA. Sedangkan  hepatitis F dan G jarang ditemukan penderitanya, tetapi sifatnya mirip dengan jenis  hepatitis virus B dan C yakni bisa menyebabkan kronis dan ganas.

DEFENISI

Hepatitis virus akut adalah penyakit infeksi virus hepatotropik yang bersifat sistemik dan akut walaupun efek yang menyolok terjadi pada hati. Secara klasik telah dilibatkan tiga jenis virus (A,B, dan C) sebagai etiologi infeksi sistemik. Pada umunya hepatitis A, B dan C mempunyai perjalanan klinis yang sama. Hepatitis B dan C cenderung lebih parah pejalanannya.

EPIDEMIOLOGI

Virus  hepatitis A menyebabkan kebanyakan kasus  hepatitis pada anak.  Hepatitis B menakup 1/3 kasus pada anak, sedangkan  Hepatitis C ditemukan pada sekitar 20 %.  Hepatitis D terjadi pada hanya sebagian kecil anak yang harus juga menderita infeksi virus  Hepatitis B aktif (HBV).  Hepatitis E jarang menyebabkan kasus  hepatitis pada anak.

Hepatitis A dan E tidak diketahui menyebabkan sakit kronis, sedangkan  hepatitis B, C, dan D menyebabkan morbiditas dan mortalitas penting melalui infeksi kronis.

ETIOLOGI

Setidaknya ada 7 jenis virus penyebab hepatitis (masing-masing menyebabkan tipe  hepatitis yang berbeda) yaitu virus  hepatitis A, B, C, D, E, F,G.

PATOLOGI

Perubahan morfologi pada hati seringkali serupa untuk berbagai virus yang berlainan. Pada kasus yang klasik, ukuran dan warna hati tampak normal, tetapi kadang-kadang sedikit edema, membesar dan bewarna seperti empedu. Secara histologik, terjadi susunan hepatoselular menjadi kacau, cedara dan nekrosis sel hati, dan peradangan perifer. Perubahan ini reversibel sempurna, bila fase akut penyakit mereda. Pada beberap kasus, nekrosis submasif atau masif dapat mengakibatkan gagal hati yang berat dan kematian.

PENULARAN

Hepatitis A dan E

Fecal oral dengan menelan makanan yang sudah terkontaminasi, kontak dengan penderita melalui kontaminasi feces pada makanan atau air minum, atau dengan memakan kerang yang mengandung virus yang tidak dimasak dengan baik.

Hepatitis B

Kontak dengan penderita melalui parenteral yang berasal dari produk-produk darah secara intravena, kontak seksual, dan perinatal secara vertikel (dari ibu ke janin).

Hepatitis C dan D

Kontak dengan penderita melalui perenteral, penggunaan obat-obatan IV dan transfusi, dan kontak seksual.

GAMBARAN KLINIK

Gambaran klinik hepatitis virus bervariasi, mulai dari yang tidak merasakan apa-apa atau yang mempunyai keluhan sedikit saja sampai keadaan berat, bahkan koma dan kematian dalam beberapa hari saja.

Bentuk  hepatitis akut yang ikterik paling sering ditemukan dalm klinis. Biasanya perjalanan jinak dan akan sembuh dalam waktu kira-kira 8 minggu.

Penyakit didahului dengan :

  1. Stadium Prodromal

Berlangsung 4 – 7 hari dengan gejala :

  • Demam dengan suhu 38 – 39 º C
  • Faringitis, batuk, koriza
  • Anoreksia, sakit perut
  • Nausea
  • Malaise, mialgia, arhralgia, fotofobia
  • Sakit kepala
  • Diare sering terjadi pada anak
  • Urine berwarna gelap ditemukan 1 –5 hari sebelum kuning muncul.
  1. Stadium Ikterik

Berlangsung kira-kira 3 – 6 minggu dengan timbulnya gejala kuning ikterik, maka biasanya gejala prodromal menghilang.

  • Ikterus mula-mula terlihat pada sklera kemudian pada kulit seluruh tubuh, ikterik dapat juga tidak begitu kentara pada anak kecil sehingga hanya terdeteksi dengan uji laboratorium.
  • Tinja berwarna pucat (claycoloured)
  • Hati membesar dan nyeri tekan
  • Mengeluh nyeri perut kanan atas
  1. Stadium Pasca Ikterik

Pada stadium ini gejala-gejala konstitusi menghilang, hati membesar. Penyembuhan pada anak-anak cepat dibanding orang dewasa yaitu pada akhir bulan kedua, karena panyebab berbeda, biasanya penyembuhan sempurna setelah 3 – 4 bulan.

DIAGNOSIS

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinik yang ditemui dan didukung oleh pemeriksaan laboratorium di mana akan ditemukan peningkatan dari :

  1. Bilirubin
  2. SGOT, SGPT
  3. ALP

dan untuk mengetahui jenis virus perlu dilakukan uji serologi terhadap antigen dan antibodi dari virus tersebut.

Hepatitis Antigen teridentifikasi Antibodi
A HAV Anti HAV
B HBs Ag

Hbe Ag

Anti HBs Ag, Anti Hbc Ag

IgM anti Hbc Ag

Anti Hbe Ag

C Anti HCV
D Anti HDV
E Anti HEV

DIAGNOSA BANDING

  1. Hepatitis virus akut
  2. Cholesistitis akut

KOMPLIKASI

  1. Dapat terjadi komplikasi ringan  misalnya kolestasis berkepanjangan, relapsing hepatitis, atau hepatitis kronis persisten dengan gejala asimptomatik.
  2. Komplikasi berat yang dapat terjadi adalah hepatitis kronis aktif, sirosishati,  hepatitis fulminan atau karsinoma hepatoseluler.

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan yang sfesifik  untuk penyakit hepatitis virus ini, asalkan dirawat dengan baik, biasanya dapat disembuhkan setelah 6 bulan. Penderita harus istirahat total 1-4 minggu, makan cukup protein tetapi rendah lemak  dan disertai dengan mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Pengobatan hanya ditujukan untuk simptomatisnya saja, seperti demam dapat diturunkan dengan obat penurun panas, tetapi gejala ikterik, mual, muntah, rasa tidak enak padaperut kanan atas berkurang seiring dengan perjalanan penyakitnya.

PENCEGAHAN

Hepatitis A dan E

Dimana penularan melalui fecal oral dapat dilakukan dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, menjaga higiene dan sanitasi, menghindari kontak badan dengan penderita seperti  alat makan harus dicuci dan dipakai dengan terpisah, wc sehabis digunakan penderita dibersihkan dengan antiseptik

Hepatitis B

Saat ini baru hepatits B yang dapat dicegah dengan vaksinasi, bayi yang dilahirkan dari wanita  yang Hbs ag (+) harus mendapat vaksin dengan dosis 0,5ml

PROGNOSA

Baik apabila ditunjang dengan imunitas yang baik dan gizi yang mencukupi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Behram R E, Vaughan V C. Ilmu Kesehatan Anak-Nelson, Edisi ke-15, bagian 17, Nelson W E, Ed, EGC, Jakarta, 2000 : 1118 – 24

  1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jilid ke-2, Jakarta, 1985 : 523 – 7

  1. Price Sylvia A. Patofisiologi, Edisi ke-4, Buku I, EGC, Jakarta, 2000 : 523 – 34

  1. Mansur Arief. Kapita Selekta, Edisi ke-3, Buku II, FKUI, Jakarta, 2000 : 425 – 36

  1. Noer Syaifullah. Ilmu Penyakit Dalam, Edisi ke-3, Jilid I, FKUI, Jakarta, 1998 : 262 – 71

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s