RESEP FIKIH KEDOKTERAN 1


A. KAIDAH FIKIH 1

“AL-ASHLU FII MANAFII IBAHATU” artinya, Hukum Asal segala sesuatu yang bermanfaat adalah diperbolehkan.

B. PENDAHULUAN

Kata “MANAFII” dalam kalimat ARAB diatas bermakna “isim jamak” bila diartikan ke dalam bahasa indonesia berarti “sesuatu yang memberikan manfaat”. Maka segala sesuatu yang mendatangkan manfaat itu diperbolehkan. Hal ini masih bersifat Umum.

Sedangkan kata “IBAHATU” dalam kalimat ARAB diatas bila diartikan kedalam bahasa Indonesia berarti “boleh dimanfaatkan”.

Kesimpulan dari KAIDAH FIKIH diatas ialah “Segala sesuatu yang BERMANFAAT di muka bumi ini boleh DIMANFAATKAN baik itu berupa air,api,barang tambang, obat-obatan, tanah, batu, hewan,t umbuhan, kendaraan, makanan, minuman, pakaian, alat-alat produksi dan lain-lain dimuka bumi.

Pada dasarnya semua itu BOLEH dan HALAL.

Adapun dalil-dalil pendukung dari Kaidah diatas ialah…

1) “Dan DIA telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada Nya”. (Q.S.45:13).

Penafsiran ayat ini adalah bahwasanya ALLAH telah menundukkan bagi kita segala apa yang ada di Bumi dan di Langit, kita boleh memanfaatkan segala sesuatu yang bisa bermanfaat. Siapapun yang melarang kita untuk memanfaatkan apa yang ada di muka bumi, maka ia telah menentang Al-Qur’an.

2) “DIA lah ALLAH yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (Q.S.2:29).

Penafsiran ayat ini adalah bahwasanya segala sesuatu yang ada di Bumi diciptakan untuk kita, artinya HALAL dan BOLEH dimanfaatkan.

3) “Katakanlah, Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari ALLAH yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya”. (Q.S.7:32).

Penafsiran ayat ini adalah bahwasanya segala sesuatu yang menghiasi semesta ini adalah HALAL.

Sampai sini dapat disimpulkan, sesuatu yang mubah atau boleh itu akan tetap pada kebolehannya SELAMA tidak ada dalil yang mengharamkannya. Sebaliknya jika ada dalil yang mengharamkannya maka hukum memanfaatkan itu menjadi TIDAK BOLEH atau HARAM.

C. ISI

Berangkat dari KAIDAH FIKIH diatas dengan beberapa penjelasan yang singkat, maka kami mencoba menarik “benang merah” dengan apa yang terdapat dalam DUNIA KEDOKTERAN saat ini, berupa:

1) Hukum BEROBAT dan OBAT itu pada dasarnya HALAL, diperbolehkan sebab tidak ada dalil yang mengharamkannya karena dengan BEROBAT dapat mendatangkan MANFAAT. Sehingga apabila seseorang terkena penyakit, maka dia boleh memakai OBAT apapun agar penyakitnya sembuh. Bahkan BEROBAT atau OBAT itu dapat menjadi WAJIB atau di HARUS kan dalam keadaan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk berobat, seperti BEROBAT untuk memulihkan kondisi tubuh agar dapat sembuh seperti semula dan dapat melaksanakan KEWAJIBAN AGAMA serta DUNIA.

Iniah sekilas tentang BEROBAT dan OBAT yang pada dasarnya HALALkarena dapat mendatangkan MANFAAT.

2) Hukum BEROBAT dan OBAT itu pada dasarnya HALAL, selama TIDAK ADA dalil yang MELARANG untuk BEROBAT dan OBAT itu sendiri. Hal ini berdasarkan HADIST RASUL SAW, “Berobatlah kalian dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang HARAM”
.
3) Cara BEROBAT dan OBAT-OBATAN yang ada pada zaman sekarang, tentunya PERLU pengkajian lebih dalam. Sebab kita BEROBAT dengan OBAT bukan hanya mengejar MANFAAT atau KESEMBUHAN semata TETAPI lebih dari itu yaitu KEHALALAN.

Inilah yang sering dikatakan dalam bahasa AL-QUR’AN yaitu, HALALAN TOYYIBAN (Halal dan bermanfaat).

4) Dalam hal BEROBAT dan OBAT-OBATAN kita juga HARUS dan tidak boleh lepas dari NIAT hanya untuk beribadah kepada ALLAH semata. Sehingga Nilai Dunia kita dapat terlebih lagi nilai akherat kita juga dapat. Sesuai defenisi HIDUP, bahwa kita HIDUP memang dengan tujuan HANYA untuk beribadah kepada ALLAH.

Makanya BEROBAT itu dapat dikatakan BERIBADAH jika mendatangkan MANFAAT dan TIDAK ADA dalil yang mengharamkannya. Sesuai petunjuk AL-QUR’AN dan SUNNAH.

D. KESIMPULAN

Dari penjelasan singkat tentang KAIDAH pada RESEP diatas dan penjabarannya kedalam DUNIA KEDOKTERAN tentulah belum memuaskan para members GRUP FIKIH KEDOKTERAN, oleh karenanya kami mengharapkan saran dan kritik agar kami dapat mengembangkan RESEP yang pertama ini sebelum Memasuki RESEP yang kedua nantinya.

*Allahulam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s