RESEP FIKIH KEDOKTERAN 2


A. KAIDAH FIKIH 2

“AL-ASHLU FII MUDZARI TAHRIYMU” artinya, Hukum Asal segala sesuatu yang membahayakan adalah Haram.

B. PENDAHULUAN
Kaidah ini berkebalikan dengan Kaidah yang pertama di Resep yang pertama yang pernah kami kirimkan sebelumnya. Dalam Resep pada Kaidah yang kedua ini kita akan membahas sedikit tentang BEROBAT dengan Segala sesuatu yang dilarang oleh hukum Islam (Syara’).

C. ISI

PERTAMA,
kita akan berbicara tentang berobat dengan obat-obatan yang kotor seperti “Khamr” dan “Lemak Babi”.

Berobat dengan khamr ini tidak diperbolehkan karena induk dari segala kekejian (dosa).

Nabi Shallallahu Waalaihi Wassallam telah melarang berobat dengan khamr, Beliau mengatakan bahwa khamr adalah penyakit bukan obat.

Begitu pula berobat dengan “Lemak Babi”, hukumnya haram.

Khamr dan Lemak Babi telah JELAS dilrang dalam AL-QURAN, dengan STATUS hukum yang QATHI (Pasti) sehingga manusia tidak diperkenankan mencari PEMBENARAN (ILLAT) atas pemakaian keduanya. Seperti pendapat bahwa,

“BABI diharamkan karena mengandung cacing yang dapat menyebabkan penyakit, sehingga jika suatu saat ditemukna ALAT untuk menghilangkan cacing itu, maka BABI dapat menjadi halal ”

Suatu pendapat yang sangat KELIRU dan LIBERAL. Hukum Asal BABI itu dalam AL-QURAN itu JELAS-JELAS HARAM dan tidak akan berubah menjadi HALAL dengan menghilangkan penyebab KEHARAMANNYA, dengan hanya “pendapat-pendapat buatan manusia, bukan DALIL yang PASTI.

“Katakanlah, tidaklah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu BANGKAI atau DARAH YANG MENGALIR atau DAGING BABI karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain ALLAH” (QS.6:145).

“Dan AKU menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS.7:157).

KEDUA,
Termasuk dalam hal ini tidak diperbolehkannya berobat dengan AIR SENI (kencing), seperti meminumnya dll yang dimana AIR SENI itu merupakan NAJIS dalam Islam. Dan secara TEORI KEDOKTERAN air seni (KENCING) merupakan pengeluaran hasil pembuangan (sekresi) dari tubuh yang tidak dibutuhkan lagi, LALU kenapa mau digunakan lagi???

KETIGA,
Pun halnya dengan meminum darah hewan qurban atau bangkai pada beberapa daerah yang kami ketahui.

“Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah” (QS.5:3)

KEEMPAT,
Terlebih lagi jika ada yang berobat dengan menggunakan JIMAT baik itu yang berasal dari AL-QURAN maupun bukan dengan Niat perlindungan dengan JIMAT itu. Nabi Shallallahu Waalaihi Wassallam bersabda,

“Sesungguhnya jampi-jampi,jimat adalah Syirik”.

“Barang siapa yang menggantungkan Jimat, maka sesungguhnya ia telah berbuat Syirik”.

Pernah suatu waktu Nabi Shallallahu Waalaihi Wassallam melihat seorang laki-laki yang ditangannya ada “gelang Emas”, Nabi Shallallahu Waalaihi Wassallam lalu bertanya, “Gelang apa ini?”. Lelaki itu menjawab “Jimat”. Nabi Shallallahu Waalaihi Wassallam berkata, “Lepaskanlah itu, sungguh ini hanya akan menambah kehinaan bagimu, dan jika kelak engkau mati sedangkan gelang ini masih ada padamu maka kamu tidak akan bahagia selama-lamanya.”

Apalagi berobat dengan Jimat yang berasal dari dukun. Rasul Shallallahu Waalaihi Wassallam bersabda,

“Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya dan membenarkannya apa yang dikatakan dukun itu, maka ia telah KUFUR terhadap kitab yang diturunkan kepadaku.”

Dalam riwayat lain kita juga tidak diperbolehkan berobat dengan Binatang yang TIDAK BOLEH DIBUNUH, seperti SEMUT,KATAK,BURUNG HUDHUD,BURUNG SHARD,CICAK,GAGAK.

KELIMA,
Tidak diperbolehkan juga berobat dengan OPERASI PLASTIK untuk tujuan kecantikan serta jenis-jenisnya yang serupa. Adapun OPERASI PLASTIK dengan tujuan Medis yang memang harus dilakukan seperti karena Luka bakar dan jenis lainnya yang serupa MAKA hukumnya boleh. (Sumber, dari Kitab Masa’il ath-Thibbiyyah)

D. KESIMPULAN
Dari pembahansan yang singkat diatas dapat kami ambil kesimpulan bahwa, segala yang MEMBAHAYAKAN baik dari SEGI AGAMA maupun KEDOKTERAN maka hukumnya HARAM digunakan untuk BEROBAT karena BERBAHAYA. Adapun dalam kondisi darurat yang jika hal itu tidak dilakukan maka akan menyebabkan KEMATIAN maka pembahasan itu akan masuk ke bagian lain.InsyaAllah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s