KORTIKOSTEROID TOPIKAL PADA RINITIS ALERGIK


1. Manfaat Pengobatan Rinitis Alergik

Rinitis alergik merupakan penyakit alergi yang sering dijumpai di masyarakat. Rinitis alergik mengganggu kualitas hidup pasien sehingga pada orang dewasa menurunkan produktivitas. Sedangkan pada siswa penyakit ini menurunkan keberhasilan belajar. Gangguan pada kualitas hidup dapat disebabkan oleh gejala penyakit maupun pemberian pengobatan antihistamin non-sedatif. Gangguan pada kualitas hidup pada pasien rinitis alergik serta perbaikan akibat pengobatan antihistamin dapat dilihat pada gambar 1.(1,2)

Penyakit rinitis alergik berkaitan dengan penyakit lain seperti asma, sinusitis, otitis media, dan infeksi saluran napas lain, seperti terlihat pada tabel 1.3 Dengan demikian pengobatan rinitis alergik yang baik akan dapat mencegah atau mengurangi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan rinitis alergik.

2. Pengobatan Rinitis Alergik

Berbagai pedoman telah disusun untuk pengobatan rinitis alergik yang pada dasarnya pedoman tersebut berisi :

1. Klasifikasi rinitis alergik
2. Pedoman terapi farmakologis
3. Upaya-upaya untuk menghindari faktor pencetus rinitis alergik

WHO membagi rinitis alergik menjadi rinitis alergik intemiten dan persisten. Pembagian ini menggantikan klasifikasi lama yaitu rinitis alergik musiman (seasonal) dan sepanjang tahun (perenial). Rinitis alergik intermiten dan persisten berdasarkan derajatnya dibagi lagi dalam ringan dan sedang-berat. Pengobatan rinitis alergik menurut pembagian ini adalah sebagai berikut :

  • Rinitis alergik intermiten ringan : antihistamin
  • Rinitis alergik intermiten sedang-berat : antihistamin ditambah steroid inhalasi.

Pengobatan pada rinitis alergik intermiten dapat dihentikan bila gejala hilang.

  • Rinitis alergik persisten : pengobatan utama adalah steroid inhalasi bila perlu diberikan antihistamin atau steroid oral. (4)

Pada pedoman tersebut pengobatan utama rinitis alergik adalah antihistamin dan steroid inhalasi. Antihistamin menghilangkan gejala gatal hidung, bersin dan rinorea tetapi kurang memberikan hasil pada gejala hidung tersumbat.

Steroid inhalasi dapat menghilangkan gejala hidung tersumbat. Selain itu perlu dipahami antihistamin bekerja sebagai penghambat histamin sedangkan steroid inhalasi sebagai antiinflamasi.

3. Steroid Inhalasi

Dewasa ini tersedia berbagai preparat steroid inhalasi untuk pengobatan rinitis alergik, seperti terlihat pada tabel 2. 5
Pada umumnya steroid inhalasi memerlukan waktu agar dapat bekerja secara efektif. Pada keadaan rinitis alergik akut lebih banyak digunakan antihistamin sedangkan steroid inhalasi digunakan sebagai obat jangka panjang.

Pertimbangan pemilihan steroid inhalasi didasarkan pada :

1. Efektivitas
2. Efek samping
3. Harga
4. Kenyamanan

Dengan demikian dapat dimengerti berbagai steroid inhalasi dikembangkan untuk memenuhi kriteria di atas.

4. Keamanan Terapi

Salah satu efek samping yang banyak dibahas adalah pengaruh steroid inhalasi pada terapi rinitis alergik terhadap pertumbuhan anak. Kepedulian mengenai masalah ini dapat dimengerti karena sebagian pasien rinitis alergik berada pada usia anak-anak.
Efek samping steroid intranasal di antaranya adalah rasa kering/panas di hidung, epistaksis, mual, sakit kepala 6.

5. Penilaian Hasil Pengobatan

Penilaian hasil pengobatan dapat dinilai secara klinis dan laboratorium. Namun demikian persepsi yang kurang tepat dalam pemberian steroid intranasal mengakibatkan hasil yang dicapai kurang sesuai dengan harapan, seperti terlihat pada tabel 3. 7

6. Posisi Intranasal Steroid pada Rinitis Alergik

Pengobatan intranasal steroid telah digunakan lebih dari 25 tahun. Obat ini merupakan obat yang penting dalam terapi rinitis alergik. Pengembangan obat intranasal steroid diarahkan untuk meningkatkan kemampuan efek antiinflamasi dan mengurangi efek sistemik. Di samping kenyamanan, bau obat juga perlu dipertimbangkan.6 Selain itu juga dipermasalahkan penggunaan steroid inhalasi pada anak-anak dan wanita hamil. Penelitian mengenai steroid intranasal pada wanita hamil sangat terbatas sehingga belum dapat diambil kesimpulan yang meyakinkan.

Daftar Pustaka

1. Hindmarch, Shamsi Z. Antihistamines: models to assess sedative properties, assessment of sedation, safety and other side-effects. Clin Experimental Allergy 1999;29(Suppl.3):133-42.
2. Meltzer EO, Casale TB, Nathan RA, Thompson AK. Once-daily fexofenadine HCL improves quality of life and reduces work and activity impairment in patients with seasonal allergic rhinitis. Ann Allergy Asthma Immunol 1999;83:311-7.
3. Kalliner M. Lemanske R . Rhinitis and asthma. JAMA 1992;268(20): 2807-29.
4. WHO Initiative. Allergy Rhinitis and its Impact on Asthma (draft)
5. Herbert JR, Nolop K, Lutsky BN. Once-daily mometasone furoate aqueous nasal spray (Nasonex) in seasonal allergic rhinitis: an-active and placebo controlled study. Allergy 1996;51:569-76
6. Drugs. Adis International 1992;43(5):760-75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s