GIZI KLINIK PADA ANAK


Pemberian makanan sebaik-baiknya pada bayi dan anak bertujuan sebagai berikut :

  1. Memberikan nutrien yang cukup untuk kebutuhan : memelihara kesehatan & memulihkan, melaksanakan berbagai aktivitas, pertumbuhan & perkembangan jasmani dan psikomotor.
  2. Mendidik kebiasaan yang baik tentang makanan dan menentukan makanan yang diperlukan.

Dalam ilmu gizi ada beberapa istilah antara lain :

  1. Nutrien : Zat penyusun bahan makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme, terdiri dari :
  • nutrien utama : protein, lemak, Kh, mineral
  • nutrien tambahan : vitamin, mineral
  1. Bahan makanan : hasil produksi pertanian, perikanan, dan peternakan.

Menurut fungsinya, nutrien dibagi dalam beberapa golongan :

  1. Nutrien sebagai sumber energi : KH, lemak, protein (dengan perbandingan pembentukan energi setiap gramnya : 494 kalori)
  2. Nutrien sebagai pembangun : protein, mineral, air.
  3. Nutrien sebagai zat pengatur : protein, mineral dan air.

PROTEIN

  • Terdiri dari asam amino berjumlah + 20 macam
  • Merupakan bahan pokok dari sel
  • Pada bayi + 17 % BB terdiri atas protein
  • Fungsinya sebagai zat pengatur
  • Dalam darah berupa plasma yang :
    • mengatur tekanan osmotic
    • mengatur keseimbangan asam basa
    • sebagai bahan utama dari hormon atau enzim
    • bagan pembentukan Hb
    • sebagai antibody dan fibrinogen
  • Protein bisa berasal dari hewani ataupun  nabati
  • Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dari pada protein nabati
  • Kebutuhan protein normal : 1-2 gr/KgBB/hari

LEMAK

  • Sebagai sumber energi tertinggi (2 x dari KH dan protein)
  • Sebagai pelarut vitamin ADEK
  • Berdasarkan kemampuannya mengikat hydrogen, maka asam lemak dibagi dalam :
  1. asam lemak jenuh (saturated faty acid)

solid pada temperatur kamar, ex: mentega & lemak daging

  1. asam lemak tak jenuh (un saturated faty acid)

kurang mengikat hydrogen, cair pada suhu kamar, ex: minyak nabati dan minyak ikan.

  • Cholesterol adalah lemak yang terdapat didalam serum darah, pada orang tua ’ jumlahnya “ ’ menyumbat pembuluh darah ’ hipertensi, jantung koroner, stroke.
  • ASI banyak mengandun un saturated faty acid sehingga mudah dicerna usus.

KABOHIDRAT

  • Menurut ukuran molekulnya dibagi dalam 3 golongan :
  1. Monosakarida
  2. Disakarida
  3. Polisakarida
  • Kebutuhan kalori : 100-200 kal/KgBB/hari
  • Diit tinggi kalori : 300-400 kal/KgBB/hari
  • Diit tinggi protein : 3-4 gr/KgBB/hari

VITAMIN

  • Terdiri atas 2 yaitu :
  1. Vitamin yang larut dalam air (water soluble) ex: vitamin B-complek dan vitamin C
  2. Vitamin yang larut dalam lemak (fat soluble) ex: vitamin A, D, E, K
  • Merupakan senyawa organic yang walau hanya dalam jumlah sedikit tetapi dibutuhkan untuk hidup

MINERAL

Fungsi :

  1. pembentukan jaringan tubuh
  2. keseimbangan asam basa
  3. pembentukan darah
  4. kepekaan syaraf (menyebabkan kontraksi otot)
  5. proses metabolisme
  • Kalsium dan phospor ’ untuk penulangan
  • Natrium dan kalium ’ untuk keseimbangan air dan elektrolit
  • Besi ’ untuk pembentukan Hb
  • Yodium ’ untuk proses metabolisme

AIR

Kebutuhan air untuk anak-anak + 150 cc/KgBB/hari

Makanan bayi 0 – 1 tahun

Selama masa bayi, pengaturan makanan mengalami beberapa tahap perubahan karena mengalami peningkatan kebutuhan beberapa makanan pada bayi tersebut.

  • Bayi baru lahir – 4 bulan ’ ASI eksklusif (bila ASI jumlah nya sedikit, maka ditambah PASI yang cocok/formula adaptasi)
  • 4 – 6 bulan ’ selain ASI, diberikan bubur susu dan juice buah
  • 6 – 7 bulan ’ ditambah bubur saring
  • 7 bulan – 1 tahun ’ ditambah nasi tim
  • > 1 tahun ’ makanan dewasa

Makanan anak

Makanana anak pra sekolah

  • Pagi ’ bubur beras, 1 gelas susu, elur, daging, ikan (boleh nasi)
  • Siang ’ Nasi, buah-buahan, susu 1 gelas.
  • Malam ’ Nasi, daging, sayur, susu 1 gelas, buah-buahan.

A S I

  • Tidak dapat diberikan jika:
    • tidak ada sama sekali
    • ibu mencari nafkah ditempat yang jauh
    • ibu meninggal
    • ada kontra indikasi ex: fisura pada putting, ibu sakit berat
  • Jika hal ini terjadi, maka ASI dapat diganti dengan PASI (formula) dalam bentuk :
    • susu formula untuk bayi normal, ex: lactogen
    • susu formula untuk bayi tertentu
      • untuk bayi premature ’ prenand
      • untuk bayi diare ’ LLM
      • untuk bayi alergi ’ soya (kacang kedelai)
  • Makanan tambahan pada bayi, dimulai pada usia 4 bulan, dengan tujuan :
    • melatih dan membiasakan bayi akan makanan yang akan dimakan dikemudian hari
    • untuk menberikan serat makanan sebagai pelancar defekasi
  • ASI merupakan makanan yang ideal untuk bayi terutama pada bulan-bulan pertama karena asi mengandung semua zat gizi sebagai pembangun, dan asi tidak memberatkan fungsi traktus digestivus dan ginjal yang belum berfungsi dengan baik.

 

Keuntungan pemberian ASI :

  1. memberikan Antibody      4. harga murah
  2. mempunyai suhu ideal      5. selalu segar dan seteril
  3. memperkuat ikatan batin   6. menormalkan kembali rahim ibu

catatan :

Pada anak bayi tidak boleh diberikan infus RL atau NaCL, yang boleh adalah dextrose 5%, 10% atau dextrose : NaCL = 4 : 1

Penyapihan

Tergantung dari sosek, pada sosek rendah ’  ASI dapat sampai 2 tahun, sedang pada sosek tinggi ’ setelah 6 bulan ASI sudah dapat diganti dengan PASI, karena setelah 6 bulan ASI sudah tidak baik dalam kualitas dan kuantitas.

LAKTASI

  • Mempunyai 2 pengertian, yaitu:
  1. Berarti produksi asi
    1. Periode setelah kelahiran bayi, dimana setelah kelahiran tersebut asi dibentuk dalam payudara
  • Produksi ASI sudah dimulai sejak kehamilan, maka perlu diperhatikan gizi bumil dan ada/tidaknya kelainan payudara ex: putting mendatar/masuk kedalam ’ th/ diurut
  • Terbentuknya ASI dipengaruhi oleh:
    • siap/tidaknya kelenjar susu
    • tersedianya bahan untuk produksi ASI
    • adanya rangsangan yang memacu kelenjar mammae, rangsangan pada ujung-ujung saraf di puting akan memacu kelenjar hipofise mengeluarkan prolaktin yang memacu kelenjar susu terproduksi.
  • Agar produksi ASI lancar, maka harus:
    • segera disusukan setelah lahir
    • sering disusukan + 2 jam/hari agar sering mendapat rangsangan.
    • kecukupan gizi ibu
    • kesiapan mental ibu untuk menyusui
    • cara menyusukan yang benar
  • Selain periode laktasi, ASI menurut produksi dan komposisinya digolongkan menjadi 3 yakni:
  1. Cholostrum, (1-5 hari) setelah kelahiran dan banyak mengandung antibody
  2. ASI peralihan (6-10 hari)
  3. Air susu penuh (> 10 hari)
  • Cholostrum mengandung kadar protein tinggi dan antibody, warna kekuningan, kemtal, jika > 1 minggu kadar protein menurun dan kadar KH meningkat.
  • Jumlah ASI mencapai puncaknya pada umur 3-5 bulan, setelah umur 5 bulan jumlahnya berangsur-angsur menurun.

Berbagai jenis makanan padat sebagai tambahan

ASI dan PASI saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi secara tunggal setelah umur 6 bulan, amka makanan tambahan harus segera diberikan.

  • Tujuan pemberian makanan tambahan adalah sebagai berikut:
    • Melatih dan menbiasakan bayi akan makanan yang akan dimakan dikemudian hari.
    • Untuk menberikan serat makanan untuk defekasi.
  • Cara pemberian makanan tambahan yang tepat adalah :
    • mulai sedikit demi sedikit dan encer
    • jangan memberi berbagi jenis makanan sekaligus dalam waktu pendek, sebaiknya diberikan satu persatu.
    • jangan dipaksakan.
  • Berbagai jenis makanan padat :

Yang dibuat dari bahan makan biasa yang tersedia

  • makanan lumat, ex: bubur tepung, nasi tim saring
  • makanan lembek, ex: bubur, makanan campur

Yang terbuat dari bahan makanan/pabrik.

  • makanan lumat ’ ex: bubur susu, cerelax, milna.
  • makanan lembek ’ bubur nasi.

Keuntungan dan kerugian bahan makanan biasa/rumah

Keuntungan Kerugian
Mudah ditemukan Tidak bisa disimpan lama
Bersifat alamiah Waktu pengolahan lama
Murah  dan mudah membuatnya Repot

Keuntungan dan kerugian bahan makanan buatan pabrik

Keuntungan Kerugian
Dapat disimpan lebih lama Mahal
Cara mengolah lebih cepat dan gampang Tidak bisa disesuaikan dengan selera
Praktis dan mudah diangkut

Status Gizi Anak

  • Untuk mengetahui status gizi anak, perlu dilakukan penimbangan BB atau pengukuran panjang badan setiap bulan, kemudian dibandingkan dengan buku standar antopometri.
  • Dapat diketahui apakah pertumbuhan anak berada dalam jalur baik atau kurang.
  • Pertumbuhan bayi/anak ’ hubungannya dengan pertambahan usia
  1. Pertumbuhan paling pesat terjadi pada masa bayi (0-1 th)
  • Usia 6 bulan ’ BB 2x BB lahir
  • Usia 12 bulan ’ BB 3x BB lahir
  1. Umur 1-5 tahun ’ pertumbuhan mulai lambat karena aktivitas jasmani, disini mulai aktif pertumbuhan saraf dan jasmani
  2. Umur 6-12 tahun ’ intelektual dan keterampilan bertambah
  3. 13-18 tahun ’ diikuti perkembangan organ reproduksi

PENGATURAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK

Umur Macam makanan Pemberian dlm 24 jam
1 – 2 minggu ASI Sesuka bayi
0 – 6 bulan Formula adaptasi 6 x 280 cc
3 mgg – 3 bln ASI & For. adaptasi 6 x 280 cc
4 – 5 bulan ASI, Formula adaptasi Bubur susu, juice buah 4 x

1 x

6 bulan ASI

Formula adaptasi

Bubur susu

Juice buah

Sesuka bayi

3 x

3 x

1 x

7 – 13 bulan ASI

Formula lanjutan

Bubur susu

Nasi tim, juice buah

Sesuka bayi

2 x

2 x

1 x

TATALAKSANA GIZI DALAM PENGOBATAN

DIIT SEBAGAI PENGOBATAN

Pada bayi yang gumoh/Regurgitasi

  • Gumoh biasanya disebabkan oleh udara yang tertelan dalam lambung (tidak perlu merubah diit)
  • Disebabkan oleh karena kesalahan ibu dalam memberikan ASI
  • Sering gumoh karena :
    • sering dipakai gurita (jika tali pusat sudah putus, tidak boleh dipakai gurita ’ karena pada bayi pernapasan yang dipakai adalah abdomen ’ sesak ’ lambung didorong keatas.

Bayi dengan muntah

  • Muntah merupakan gejala dini dari suatu infeksi
  • Cara menberikan diit adalah : susu formula diencerkan ’ jumlahnya sedikit-sedikit tapi sering diberikan ’ makanan padat dihentikan sementara.

Beda muntah dan gumoh :

muntah = makanan sudah masuk > 2 jam, gumoh = makanan langsung setelah masuk ke mulut.

 

Colix/mules pada bayi

  • Gejala : sulit tidur, demam
  • Penanggulangan : susu formula diganti

Demam

  • Penangganan : berikan protei 2,5 gr, dan kalori ditambah 10 gram.

Pada infeksi akut

  • Gejala : napsu makan berkurang
  • Penanganan : berikan makanan dalam porsi kecil dan diencerkan

Pada infeksi kronis

  • Umumnya anak menjadi kurang gizi
  • Penanganan : berikan kalori dan protein yang tinggi, kalori : 20 gr/KgBB/hari, dan protein : 2 – 3 gr/KgBB/hari

Pada penderita hepatitis : Berikan diit rendah lemak

Pada penyakit gastro intestinal

  • pada intoleransi laktosa ’ berikan diit rendah/bebas laktosa, ex: LMN (rendah laktosa), prolac resorber (bebas laktosa).
  • Maldigesti protein (protein tidak bisa diserap) ’ berikan diit protein hidrolisar, ex: nutramigen
  • Alergi lemak ’ berikan diit MCT, ex: pantogen
  • Alergi protein susu sapi ’ berikan diit protein dari susu kedelai, ex: nutrilon soya

Pada pasien penyakit ginjal

Jika ada edema ’ pemberian cairan 30 cc/KgBB/hari, cukup kalori, rendah protein (jika ada uremia). Jika pada Syndrome nefrotik ’ protein tinggi.

Pada penyakit jantung bawaan

Kalori : 150 kal/KgBB/hari, cairan dikurangi dan rendah elektrolit (hati-hati pemberian oralit)

Masalah kesulitan makan

Adalah ketidakmampuan untuk makan atau menolak makanan tertentu yang dapat menghambat tumbuh kembang optimal pada anak.

Faktor-faktor penyebab:

– Kelainan neuromotorik, ex: cerebral palsy (RM), distropi otot, kelainan laring, kelainan oesophagus.

– Kelainan congenital :

  • pada alat pencernaan : palatoschisis
  • diluar pencernaan : px jantung bawaan

– Kelainan gigi geligi

  1. Defisiensi nutrien/gizi buruk
  2. Psikologis

– Kekeliruan dalam mengatur makanan, ortu memaksa

Akibat kesulitan makan, akan terjadi :

  1. Penghambatan tumbuh kembang yang optimal
  2. PCM
  3. Anemia defisiensi
  4. Defisiensi Vitamin A (xeropthalmia)
  5. Defisiensi riboflavin (stomatitis)

Upaya untuk mengatasi kesulitan makan:

Yang terpenting adalah menghilangkan factor penyebab, pada beberapa kasus perlu tim dari dokter bedah, ahli gizi, dan psikolog.

  1. Upaya diitetik
  2. Menentukan jumlah kebutuhan
  3. Menentukan jenis bahan makanan
  4. Menentukan bentuk makanan (lunak, saring, cair)
  5. Menentukan jadwal makan
  6. Menentukan cara pemberian makanan

 

Faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan :

  1. Umur dan BB
  2. Keadaan pada anak
  3. Keadaan alat penerima makanan (mulut, gigi, usus)
  4. Kebiasaan makan, selera, kesukaan, variasi lain.
  5. Asesibilitas & toleransi anak terhadap makanan yang diberikan.

 

Upaya psikologis

Usahakan hubungan emosional antara anak dan ibu baik, susasana makan dalam keadaan santai, ajari anak makan sendiri, bila anak bisa makan sendiri ’ berikan pujian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s