KERACUNAN PADA ANAK


KERACUNAN SINGKONG

  • Nama latin MANITHOT UTIRISSIMA yang mengandung KH & linamarin yang dengan bantuan enzim melepaskan cianida.
  • Tapi singkong mengandung HCN berbeda-beda.
  • Dibagi 3 golongan :
    1. Singkong tidak beracun dgn kandungan cianida 0-50 mg/kg
    2. Singkong beracun sedang dgn kandungan cianida 50-100 mg/kg
    3. Singkong sangat beracun dgn kandungan cianida > 100 mg/kg
  • Untuk menghindari keracunan cianida dapat dilakukan dengan  cara singkong diiris-iris ’ direndam selama 12 jam, dapat menghilangkan kadar cianida + 67 %.
  • Gejala-gejala keracunan singkong :
    • Gangguan sal. Pencernaan : muntah, mual, diare.
    • Sesak napas dan cianosis
    • Apatis ’ coma
    • Shock
  • Therapi :
  1. Bila < 4 jam ’ lakukan bilas lambung
  2. Antidotum
    • 10 cc Na Nitrit 3 % intra vena ’ 4 menit, dilanjutkan
    • 50 cc Na tiosulfat 25 % ’ 10 menit

3. Oksigen

 

KERACUNAN MINYAK TANAH

  • Minyak tanah adalah campuran senyawa hidro carbon turunan metana yang mengandung 16 atom C. ex: Baygon, Righ morten (90 % minyak tanah)
  • Gejala-gejala keracunan minyak tanah :
    • Iritasi terhadap pharing, esophagus, lambung, usus halus ’ rasa terbakar dimulut, tenggorokan dan esophagus
    • Fibrilasi ventrikel
    • Gangguan SSP berupa ngantuk ’ koma.
    • Terjadi broncopneumonia pada paru
  • Minyak tanah merupakan pelarut lemak sehingga dapat menghancurkan membran sel dengan akibat nekrosis epitel, septum alveoli pembuluh darah paru, penderita mengalami kematian biasanya karena aspiksia.
  • Therapi :
    1. Bebaskan jalan napas
    2. Corticosteroid ’ untuk menghilangkan edema
    3. Oksigen
    4. Infus ’ untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
    5. Antibiotik
    6. Hindarkan cuci lambung

KERACUNAN TEMPE BONGKREK

  • Etiologi : Pseudomonas cocofernans, yang mampu merubah gliserin ’ toxoplavin
  • Gejala :
    • Ngantuk
    • Berkeringat
    • Nyeri perut
    • Sesak
    • Spasme otot dan vertigo

Therapi :

Antitoxin botulisme : Guanidin hidroklorid : 15 mg/KgBB/hari

KERACUNAN JENGKOL

  • Jengkol mengandung 2 % asam jengkolat, setelah makan jengkol, timbul tanda-tanda
    • Sakit perut, muntah dan colix
    • Disuri, oliguri & anuri, sampai hematuri
  • Kristal asam jengkolat menyumbat uretra sehingga timbul infiltrat & menyumbat penis, scrotum, perineum dan sekitarnya juga ikut membengkak.
  • Therapi :
    • Bila ringan ’ gejala : muntah, sakit perut/pinggang saja ’ cukup banyak minum dan  berikan Natrium bicarbonat
    • Bila berat :
      • Infus : Dex 5 % + meylon 5 mec/KgBB.
      • Pemakaian kateter jika tidak buntu/tdk ada sumbatan.

KERACUNAN INSEKTISIDA

  • Insektisida yang sering digunakan antara lain :
    1. Golongan organophospat, ex: melation, dimetil clopospat dan diazinon.
    2. Golongan organoclorin, ex: indrine, dieldrin, DTT
    3. Golongan karbamat, ex: baygon

1. Gol. organophospat

  • Gejala : mual, muntah, diare, ggg penglihatan, serak & broncopneumonia, hipersekresi, hiperhidrosis/keringan banyak, miosis, kelumpuhan otot rangka, bradikardi, kejang & paralysis otot pernapasan.
  • Pengobatan :
    1. Cuci lambung. Kontra Indikasi ’ untuk yang mengandung minyak tanah, ex: Hit. Boleh dicuci lambung untuk gol. organophospat yang di pertanian.
    2. Berikan pernapasan buatan
    3. Sulfas atropin 0,04 mg/KgBB (iv) ’ diulang setiap 15 menit sampai timbul atropinisasi (muka merah, mulut kering & takikardi)
    4. Simthomatik

2. Gol. organoclorin & gol. karbonat

  • Gejala : kejang, tremor, penurunan kesadaran & fibrilasi ventrikel.
  • Pengobatan :
    1. Cuci lambung. Kontra Indikasi ’ untuk yang mengandung minyak tanah (untuk mencegah pneumonia)
    2. Bebaskan jalan napas
    3. Simthomatik
    4. Antibiotik (untuk semua jenis keracunan sebagai profilaksis)

SHOCK ANAFILAKTIK

  • Definisi : reaksi anafilktik berat dengan tanda-tanda : insufisiensi supurasi (colaps vaskuler)
  • Etiologi :
      • Antibiotik
      • Obat-obatan, ex: interferon, dextran
      • Serum asing
      • Anestesi local
      • Aspirin
      • Narcotik
  • Shock anafilaktik lebih banyak disebabkan oleh obat-obatan yang diberikan secara suntikan (jarang peroral)

PATOFISIOLOGI

Ag I

”Ig E

”Ag II ’ cel target (mast cell, basofil)

”Ag II + Ig E ’ Pelepasan mediator :

  • Histamin ’ menyebabkan dilatasi arteriosel
  • Serotonin ’ menyebabkan venular kontraksion
  • SRS ’ bronchial kontraksion/sesak napas
  • Bradikinin ’ meningkatkan permeabilitas kapiler

Gejala kilnis :

  1. Timbul mendadak dan progresif, gejala tergantung pada sistim yang terkena
  2. Pada sistim sirkulasi ’ colaps, flusing
  3. Pada kulit ’ urtikaria, edema, rash, pruritus
  4. Pada sistim respirasi ’ dipsnoe, cianosis, wising, keluar sputum berbusa
  5. Pada sistim GI ’ mual, muntah, nyeri perut, diare

 

Therapi :

  1. Epineprin 1 : 1000 dalam aquades dosis : 0,5-0,3 cc subcutan diulang tiap 20 menit
  2. Oksigen
  3. Infus NaCL
  4. Corticosteroid

ANGIONEUROTIK EDEMA

Merupakan suatu variasi dari urtikaria yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan yang berlansung cepat pada anak-anak.

Kadang-kadang gatal, tidak nyeri, tidak terdapat eritema

Therapy : sembuh sendiri (beri anti histamin & cortikosteroid)

URTIKARIA

Merupakan reaksi vascular dari berbagai jenis

Penyebab :

  1. Eksogen, antara lain : gigitan serangga, inhalasi parfum, bulu binatang, factor fisik, sinar matahari, dll
  2. endogen, antara lain : makanan, obat-obatan, askariasis (terapi: obat cacing), emosi
  3. Tipe akut (berlangsung 24 jam – 10 hari, timbul mendadak dengan rasa gatal
  4. Tipe kronis (berlangsung berbulan2 – bertahun2 gatal., sering pada bibir dan kelopak mata, sering disertai edema glottis)

Terapi :

  1. Antihistamin
  2. Adrenalin & cortikosteroid (bila ada edema glotis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s