Kriptorkismus dan Penatalaksanaannya

Pendahuluan

Kriptorkismus adalah suatu keadaan di mana setelah usia satu tahun1,2 satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantong skrotum1-6, tetapi berada di salah satu tempat sepanjang jalur desensus yang normal7-10.

Kriptorkismus berasal dari kata cryptos (Yunani) yang berarti tersembunyi dan orchis yang dalam bahasa latin disebut testis8. Nama lain dari kriptorkismus adalah undescended testis3-6,8,9,11-22, tetapi mesti dijelaskan lagi apakah yang dimaksud sebagai kriptorkismus murni, testis ektopik8,16 ataupun pseudo kriptorkismus8,21. Testis yang berlokasi di luar jalur desensus yang normal disebut sebagai testis ektopik, sedangkan testis yang terletak tidak di dalam skrotum tetapi dapat didorong masuk ke dalam skrotum dan menaik lagi bila dilepaskan dinamakan pseudokriptorkismus atau testis retraktil.8 Continue reading

Advertisements

ATRESIA ANI

I. Pendahuluan

Atresia Ani merupakan salah satu kelainan bawaan, dimana anus tampak normal,  tetapi  pada  pemeriksaan  colok  dubur  jari  tidak  dapat  masuk lebih dari 1-2 cm. Insidens : 1 : 3.000-5.000 kelahiran hidup.

Sinonim Atresiaa Ani = Imperforated Anal = Malformasi Anorektal = Anorektal Anomali.

Kelainan bawaan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan ambriogenik.

Pada kelainan bawaan anus umumnya tidak ada kelainan rektum, sfingter, dan otot dasar panggul. Namun demikian pada agenesis anus, sfingter intern mungkin tidak memadai. Continue reading

Kondrosarkoma

I. PENDAHULUAN

Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma. Kondrosarkoma merupakan tumor tulang yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) anaplastik yang berkembang menjadi ganas. Kondrosarkoma biasanya ditemukan pada daerah tulang femur, humerus, kosta dan bagian permukaan pelvis. Tumor ini memiliki banyak ciri dan bentuk perkembangan. Dari pertumbuhan yang lambat hingga pertumbuhan metastasis yang agresif.

Kondrosarkoma dapat dibagi menjadi kondrosarkoma primer dan sekunder. Untuk keganasan yang berasal dari kartilago itu sendiri disebut kondrosarkoma primer. Sedangkan apabila merupakan bentuk degenerasi keganasan dari penyakit lain seperti enkondroma, osteokondroma dan kondroblastoma disebut kondrosarkoma sekunder. Kondrosarkoma sekunder kurang ganas dibandingkan kondrosarkoma primer. Kondrosarkoma dapat diklasifikasi menjadi tumor sentral atau perifer berdasarkan lokasinya di tulang. Continue reading

Kriptorkismus

Pendahuluan

Kriptorkismus adalah suatu keadaan di mana setelah usia satu tahun1,2 satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantong skrotum1-6, tetapi berada di salah satu tempat sepanjang jalur desensus yang normal7-10.

Kriptorkismus berasal dari kata cryptos (Yunani) yang berarti tersembunyi dan orchis yang dalam bahasa latin disebut testis8. Nama lain dari kriptorkismus adalah undescended testis3-6,8,9,11-22, tetapi mesti dijelaskan lagi apakah yang dimaksud sebagai kriptorkismus murni, testis ektopik8,16 ataupun pseudo kriptorkismus8,21. Testis yang berlokasi di luar jalur desensus yang normal disebut sebagai testis ektopik, sedangkan testis yang terletak tidak di dalam skrotum tetapi dapat didorong masuk ke dalam skrotum dan menaik lagi bila dilepaskan dinamakan pseudokriptorkismus atau testis retraktil.8 Continue reading

STRIKTUR URETHRA

PENDAHULUAN
Trauma pada urethra pada umumnya disebabkan oleh trauma pelvik pada laki-laki. Trauma ini akan menyebabkan keadaan komplikasi kronis berupa striktur urethra, impotensi, dan inkontinensia urine. (1)
Striktur urethra lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita, striktur urethra dapat disebabkan oleh trauma atau infeksi. Meskipun urethritis gonococcal sudah jarang menyebabkan striktur urethra, namun infeksi masih merupakan penyebab utama. Yang tersering adalah akibat pemakaian cateter dalam waktu lama sehingga menyebabkan iskemia dan trauma interna. Trauma eksterna meliputi trauma pelvik yang dapat menyebabkan kerusakan parsial atau komplit pada membran urethra sehingga menimbulkan striktur. (2) Continue reading

S T R U M A

PENDAHULUAN
Bedah endokrin membahas pemeriksaan dan pengendalian keadaan bedah pada kelenjar endokrin.
Penyakit kelenjar endokrin mempunyai bentuk yang terbatas. Kelenjar endokrin dapat menghasilkan hormon secara berlebihan, umpamanya pada penyakit Graves, yaitu hiperfungsi kelenjar tiroid atau menghasilkan terlalu sedikit hormon, misalnya pada miksudem akibat hipofungsi kelenjar tersebut (1, 3).
Kelainan grandula thyroidea dapat berupa gangguan fungsi seperti tirotoksikosis atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya, seperti penyakit tiroid nodular. Berdasarkan patologinya, pembesaran tiroid umumnya disebut struma (1, 3). Continue reading

ILEUS OBSTRUKTIF

PENDAHULUAN

Di Eropa, istilah ileus diartikan sebagai suatu kelainan obstruksi mekanik dan atonia usus yang berhubungan dengan pembedahan perut (laparatomi) atau peritonitis. Walau bagaimanapun, pada negara-negara yang berbahasa Inggris, istilah obstruksi digunakan untuk suatu kemacetan mekanik yang timbul akibat suatu kelainan struktural yang menyebabkan suatu penghalang fisik untuk majunya isi usus. Istilah ileus dimaksudkan untuk suatu paralitik atau variasi obstruksi fungsional. (1)

Mekanisme terjadinya ileus obstruksi dapat digolongkan dalam 3 kelompok utama, yaitu: (1) intraluminal (misalnya: badan asing, bezoars, bolus makanan yang besar), (2) obstruksi akibat lesi pada dinding usus (misalnya: tumor, penyakit Crohn), (3) ekstrinsik (misalnya: adhesi, hernia, dan volvulus). (1) Continue reading