TERAPI AGRESIF PADA ARTRITIS

PENDAHULUAN

Pemahaman akan etiopatogenesis dari berbagai penyakit otoimun termasuk Artritis Reumatoid (AR) membawa dampak pada pendekatan penatalaksana-annya. Diketahui bahwa peran otoimunitas pada AR dapat dikatakan demikian besar dan mencakup interaksi berbagai faktor. Sekali terjadi adanya cetusan rangkaian imunologik oleh suatu sebab antigen tertentu maka proses imun akan berjalan terus dan menyebabkan kerusakan sendi. Continue reading

Advertisements

TERAPI CAIRAN PADA GAGAL GINJAL AKUT

Pendahuluan

Gagal ginjal akut (GGA) adalah suatu sindrom yang ditandai oleh penurunan laju filtrasi glomerulus secara mendadak dan cepat (hitungan jam–minggu) yang mengakibatkan terjadi-nya retensi produk sisa nitrogen seperti ureum dan kreatinin1 . Batasan GGA yang lain adalah peningkatan kreatinin serum  0,5 mg/dl dari nilai sebelumnya, penurunan  klirens kreatinin (CCT = Creatinin Clearance Test) hitung sampai 50% atau penurunan fungsi ginjal  yang meng-akibatkan kebutuhan akan dialisis2. Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai dalam pemahaman patofisiologi dan terapi pengganti pada GGA, namun penyakit ini masih merupakan masalah medik dengan angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. GGA dijumpai  sekitar 5% pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan sekitar 30% pada pasien yang dirawat di perawatan intensif2,3. Sebelum mem-bahas terapi cairan pada GGA,  akan  disinggung beberapa aspek yang terkait dengan penyakit ini. Continue reading

SIROSIS HEPATIS

PENDAHULUAN

Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Didalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita, yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun atau obat yang masuk dalan tubuh kita. Sehingga dapat kita bayangkan akibat yang akan timbul apabila terjadi kerusakan pada hati. Beberapa penyakit hati antara lain : penyakit hati karena infeksi, penyakit hati karena racun, genetik atau keturunan, gangguan imun, dan kanker. Oleh karena itu perlu perhatian pada hati untuk menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit hati tersebut, dan bila telah terjadi penyakit hati tersebut, harus dapat dideteksi dengan segera. (1) Continue reading

PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN BAWAH

Pendahuluan

Perdarahan saluran cerna bagian bawah (SCBB) dapat didefinisikan sebagai perdarahan yang terjadi atau bersumber pada saluran cerna di bagian distal dari ligamentum Treitz. Jadi dapat berasal dari usus kecil dan usus besar. Pada umumnya perdarahan ini (sekitar 85%) ditandai dengan keluarnya darah segar per anum/per rektal yang bersifat akut, transient, berhenti sendiri, dan tidak mempengaruhi hemodinamik

Gambaran Klinis

Perdarahan SCBB dapat bermanifestasi dalam bentuk hematoskezia, maroon stool, melena, atau perdarahan tersamar. Continue reading

PENATALAKSANAAN PSMBA PADA SIROSIS HEPATIS

Pendahuluan

Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) sering ditemukan dalam praktek sehari-hari dan merupakan salah satu keadaan gawat darurat di bidang gastroenterologi.

Dalam kepustakaan Barat dilaporkan angka kematian yang cukup tinggi (8-10%) dalam kurun 40 tahun terakhir, walaupun telah banyak dicapai kemajuan baik dari segi diagnostik maupun terapeutik. Di Amerika Serikat keadaan ini menyebabkan 10.000-20.000 kematian setiap tahunnya dengan angka kekerapan sekitar 150 per 100.000 populasi. Di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ditemukan rata-rata 200-300 kasus perdarahan SCBA setiap tahun dengan angka kematian rata-rata 26% (pada tahun 1988) di mana sebagian besar disebabkan oleh penyakit dasar sirosis hati dengan berbagai komplikasinya.1,2,3 Continue reading

PENYAKIT GRAVES

Pendahuluan

Penyakit Graves merupakan penyakit kelenjar tiroid yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Tanda dan gejala penyakit Graves yang paling mudah dikenali ialah adanya struma (hipertrofi dan hiperplasia difus), tirotoksikosis (hipersekresi kelenjar tiroid/ hipertiroidisme) dan sering disertai oftalmopati, serta -meskipun jarang- disertai dermopati. Selain penyakit Graves, yang merupakan penyebab paling sering, penyebab lain tirotoksikosis ialah struma multinodosa toksik, adenoma toksik, tiroiditis, dan pemberian obat-obatan.(1,2,3)

Patogenesis penyakit Graves sampai sejauh ini belum diketahui secara pasti. Namun demikian, diduga faktor genetik dan lingkungan ikut berperan dalam mekanisme -yang belum diketahui secara pasti- meningkatnya risiko menderita penyakit Graves. Berdasarkan ciri-ciri penyakitnya, penyakit Graves dikelompokkan ke dalam penyakit autoimun, antara lain dengan ditemukannya antibodi terhadap reseptor TSH (Thyrotropin Stimulating Hormone – Receptor Antibody /TSHR-Ab) dengan kadar bervariasi.(1,2) Continue reading

NEFROTIK SINDROM

Sindroma Nefrotik (NS) merupakan suatu kondisi yang sering disebabkan oleh salah satu dari sekelompok penyakit yang merusak sistem penyaringan ginjal, glomeruli. Struktur glomeruli mencegah sebagian besar protein tersaring masuk ke dalam urin. Biasanya, seseorang kehilangan kurang daripada 150 mg protein dalam urine dalam jangka waktu 24 jam. Proteinuria tingkat nephrotic, pembuangan  lebih daripada 3,5 gram protein melalui urin selama 24 jam, atau 25 kali jumlah normal; ini merupakan indikator utama NS. Continue reading